Tarif SMU Naik, Biaya Ekspedisi Bisa Naik Sampai 300 Persen

Naiknya tarif SMU yang mencapai 300 persen disebutnya sebagai kebijakan yang ditetapkan maskapai tanpa akal sehat.

Tarif SMU Naik, Biaya Ekspedisi Bisa Naik Sampai 300 Persen
TRIBUNPONTIANAK/ FILE
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (ASPERINDO), Budi Basadi.

Tarif SMU Naik, Biaya Ekspedisi Bisa Naik Sampai 300 Persen

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kisruh soal naiknya tarif Surat Muatan Udara (SMU) sampai saat ini disebut belum menemukan titik temu. Terutama antara maskapai selaku penyedia jasa kargo udara dan pihak ekspedisi selaku pengguna.

"Sampai saat ini hasil koordinasi dengan airline belum menemukan kesepakatan harga. Hanya embargo  terhadap satu dari anggota telah dicabut," tutur Ketua DPW Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Kalbar, Budi Basadi, Senin (11/02/2019).

Naiknya tarif SMU yang mencapai 300 persen disebutnya sebagai kebijakan yang ditetapkan maskapai tanpa akal sehat. Sebab, hal itupun kemudian diakuinya menjadi masalah dan kendala besar bagi perusahaan ekspedisi.

Baca: Ungkap Pelaku Utama Uang Palsu, Kapolda: Satu dari Empat Tersangka Residivis Kasus yang Sama

Baca: Instalasi Pengolahan Air Ambruk, Ramlana: Mudah-mudahan Secepatnya Ditanggulangi

Kondisi ini jadi kendala besar bagi anggotanya, di mana terjadinya penurunan yang cukup signifikan. Bahkan dampaknya disebutnya juga merembet pada Usaha Kecil Menengah (UKM), yang mana penjualan UKM juga menurun dikarenakan pembeli online juga berkurang.

Naiknya tarif SMU juga berimbas pada meningkat pesatnya biaya operasional usaha. Agar bisa sustain, perusahaan ekspedisi pun mau tak mau mungkin juga akan mengambil langkah menaikkan tarif jasa ekspedisi.

Hal itupun menurutnnya jelas akan menjadi masalah bagi konsumen. Sebab, konsumen juga harus membayar biaya jasa pengiriman yang lebih meningkat tajam.

"Kenaikan (tarif SMU) 300 persen, maka modal kerja  usaha menjadi bertambah 250-sampai 300 persen. Itu diperlukan menutupi selisih biaya SMU. Yang jelas konsumen pada kaget karena naiknya tinggi sekali," pungkasnya.

Penulis: Ishak
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved