Tarif 'Kargo' Udara Naik 300 Persen, Asperindo Kalbar Rencakan Stop Pengiriman Logistik

Padahal, di Kalbar saja sedikitnya ada sekitar 45 perusahaan penyedia jasa ekspedisi logistik yang tergabung di Asperindo Kalbar.

Tarif 'Kargo' Udara Naik 300 Persen, Asperindo Kalbar Rencakan Stop Pengiriman Logistik
TRIBUNFILE/YOUTUBE
kargo 

Tarif 'Kargo' Udara Naik 300 Persen, Asperindo Kalbar Rencakan Stop Pengiriman Logistik

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Naiknya tarif Surat Muatan Udara (SMU) benar-benar dirasa menjadi hal memberatkan bagi penyedia jasa ekspedisi logistik. Tak terkecuali di Kalbar.

Menyikapi hal tersebut, Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Kalbar sebagai organisasi yang menaungi perusahaan ekspedisi logistik di Kalbar, bahkan berencana menghentikan sementara layanan.

"Kami mengikuti petunjuk dari jakarta. Sampai saat ini, kami melihat dulu. Tapi ke depan mungkin kami akan stop operasional beberapa hari sesuai petunjuk DPP (Asperindo pusat),"ungkap Ketua DPW Asperindo Kalbar, Budi Basadi, Senin (11/2/2019).

Baca: Kapolda Kalbar Silaturahmi Bersama Forkompimda dan Tokoh Masyarakat Sambas

Baca: Rusman Ali: Kunci Sukses jadi Pemimpin, Jaga Keharmonisan

Lebih lanjut ia mengungkapkan, DPP Asperindo telah melakukan upaya negosiasi harga dengan pihak airline. Selain itu, juga telah mengadakan pertemuan dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan juga Ombudsman.

Asperindo pusat bahkan disebutnya juga telah berkirim surat dengan Presiden. Upaya itu dilakukan untuk membantu mencari solusi atas kisruh naiknya tarif 'kargo' udara yang hingga kini menurutnnya belum menemui titik temu tersebut.

Iapun lantas berharap masalah inipun bisa segera terselesaikan. Sebab, naiknya tarif SMU yang hingga menyentuh 300 persen itu sangat memberatkan pihaknya.

Padahal, di Kalbar saja sedikitnya ada sekitar  45 perusahaan penyedia jasa ekspedisi logistik yang tergabung di Asperindo Kalbar. Dari jumlah itu, lebih dari 15 ton paket masyarakat selalu dikirimkan.

"Kita berharap antara pemakai jasa (kargo udara dari maskapai) dan penyedia jasa dapat ketemu untuk merundingkan dan mencari solusi. Solusi yang sama sama diuntungkan," pungkasnya.

Penulis: Ishak
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved