Miris, 5 Pemuda Cabuli Gadis Bawah Umur di Sekadau! Pesan Singkat Pelaku Hingga Tangisan Korban
Saat itu ayah korban terbangun dari tidur untuk buang air kecil, setelah itu kembali ke kamarnya dan melihat pintu rumah dalam keadaan renggang
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
Miris, 5 Pemuda Cabuli Gadis Bawah Umur di Sekadau! Pesan Singkat Pelaku Hingga Tangisan Korban
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Kasus pencabulan lagi-lagi terjadi di Kabupaten Sekadau.
Kali ini gadis asal Kecamatan Nanga Mahap, berinisial A (15) menjadi korban pencabulan para pria bejat berinisial F alias C (20) yang juga merupakan warga setempat.
Kasat Reskrim Polres Sekadau Iptu M. Ginting mengungkapkan, peristiwa yang dialami korban terjadi pada Minggu (27/1/2019).
Dan baru dilaporkan oleh orang tua korban pada Jumat (1/2/2019) setelah korban menceritakan peristiwa tersebut.

Baca: Terungkap, Gadis Bawah Umur di Sekadau Dicabuli Lima Pria, Empat Berhasil Diringkus
Baca: Cabuli Gadis Bawah Umur, Pria 20 Tahun di Sekadau Ditangkap Polisi
"Usai mendapatkan laporan dari orang tua korban ke Polres Sekadau, anggota kemudian langsung mencari pelaku, dan berhasil diamankan serta langsung dibawa ke Mapolres Sekadau," ujar Ginting, saat ditemui Tribun, Minggu (3/2/2019).
Ginting juga mengungkapkan, korban sempat memendam apa yang dialaminya kepada orangtuanya.
Hingga selang beberapa hari usai peristiwa tersebut, tepatnya pada Kamis (31/1/2019) korban baru menceritakan semuanya kepada orangtua, sehingga pihak keluarga langsung melaporkan kepada Polres Sekadau.
Korban Sempat Kabur
Kasat Reskrim Polres Sekadau Iptu M. Ginting menjelaskan kronologi peristiwa pencabulan terhadap korban A (15), saat korban baru menceritakan apa yang dialaminya kepada orang tuanya.
Setelah itu orangtua korban langsung melaporkan ke Polres Sekadau.
Saat itu ayah korban terbangun dari tidur untuk buang air kecil, setelah itu kembali ke kamarnya dan melihat pintu rumah dalam keadaan renggang atau tidak tertutup rapat.
Kemudian ia menutup pintu rumahnya dan mengunci pintu rumahnya.
Baca: Jadwal Persib Vs Persiwa Wamena Ditunda, Ini Alasan PSSI Tunda Leg 2 Babak 32 Besar Piala Indonesia
Baca: Kunjungi Pondok yang Dihuni 24 Pelajar di Bengkayang, Sutarmidji: Air Mata Hampir Tak Bisa Ditahan
"Usai menutup pintu rumah, si ayah korban ini melihat ke kamar anaknya hanya ada anak laki-lakinya, tidak ada anak perempuannya yakni A tersebut. Ia kemudian membangunkan istrinya untuk menanyakan keberadaan sang anak perempuannya itu," jelas Ginting.
Ia bersama sang istri kemudian berusaha mencari sang anak sekeliling kampung dengan menggunakan sepeda motor.