Start Up Fintech Abangdesa Hadir Jangkau Hingga Batas Negeri

Founder Abangdesa Adi Warna mengatakan platform ini masuk dalam kategori Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

Start Up Fintech Abangdesa Hadir Jangkau Hingga Batas Negeri
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MASKARTINI
Adi Warna saat memberikan materi saat penutupan Program Inkubator Fintech Bank Indonesia di Aula Keriang Bandong, Rabu (12/9/2018). 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Memperluas akses permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Abangdesa sebagai startup fintech asal Kalbar yang berbasis aplikasi teknologi keuangan hadir menjadi solusi pembiayaan UMKM dan investasi alternatif menjangkau desa hingga batas negeri.

Abangdesa merupakan satu diantara dua start up fintech peer to peer lending marketplace di Kalbar yang siap menghubungkan investor dengan pelaku usaha dengan Founder Abangdesa Adi Warna dan Sutopo Widodo serta co Founder Sy Hidayatullah Alkadrie dan Paul Candra.

Baca: Owner Al-Mahdar Sambut Rencana Penambahan Landasan Pacu

Baca: Program Inkubator Bisnis Tekfin Tingkatkan Permodalan dan Pemasaran UKM

Founder Abangdesa Adi Warna mengatakan platform ini masuk dalam kategori Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

Yaitu penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk mempertemukan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam dalam mata uang rupiah.

Abangdesa sebagai startup fintech asal Kalbar yang berbasis aplikasi teknologi keuangan hadir menjadi solusi pembiayaan UMKM dan investasi alternatif menjangkau desa hingga batas negeri.

Pada saat bersamaan Abangdesa yang didirikan Adi Warna dan Sutopo Widodo serta co Founder Sy Hidayatullah Alkadrie dan Paul Candra juga akan menjadi instrumen investasi alternatif yang dapat memberikan keuntungan lebih.

"Baik dari segi ekonomi maupun sosial, karena dengan berinvestasi melalui abangdesa investor dapat terlibat langsung dalam menggerakkan roda perekonomian mitra usaha yang dibiayai tentu dengan resiko yang terukur dan transparan. Sekarang buka pintu bank didepan saja kita kesulitan mengakses, tetapi dengan Abangdesa semua bisa. Bahkan untuk investasi bisa mulai dari 50 ribu," ujar Adi saat penutupan Program Inkubator Fintech Bank Indonesia di Aula Keriang Bandong, Rabu (12/9/2018).

Adi mengaku pemanfaatan teknologi informasi dalam platform Abangdesa yang bisa diakses melalui web dan mobile aplikasi akan memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi mitra usaha maupun investor.

"Karena transaksi dapat dilakukan kapan saja dan darimana saja serta dengan nilai investasi minimal yang terjangkau sehingga memungkinkan semua orang untuk berperan aktif dan mewujudkan sistem keuangan yang inklusif," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help