Program Inkubator Bisnis Tekfin Tingkatkan Permodalan dan Pemasaran UKM

Namun kata dia perlu dicermati bahwa dari 137 negara yang diteliti oleh GEDI tersebut, Indonesia baru menempati peringkat ke 90

Program Inkubator Bisnis Tekfin Tingkatkan Permodalan dan Pemasaran UKM
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / MASKARTINI
Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Kalbar, Prijono. 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Kalbar, Prijono mengatakan keberadaan UMKM memberi kontribusi besar dalam perekonomian, serta ketahanan terhadap berbagai dinamika perekonomian.

Hal ini menyebabkan isu pengembangan wirausaha dan UMKM selalu menarik untuk didiskusikan diberbagai kalangan baik itu pemerintah, akademisi, maupun komunitas.

"Data terkini dari Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa geliat UMKM mampu menyumbang hingga 57,9 persen dari total PDB Indonesia. Selain itu, dalam hal penyerapan tenaga kerja, UMKM mampu menyerap 114.144.082 orang ekuivalen dengan 96,99 persen dari total tenaga kerja di Indonesia," ujar Prijono pada Penutupan Program Inkubator Bisnis Teknologi Finansial (Tekfin) BI, Rabu (12/9/2018).

Baca: OJK, Baru Dua Start Up Fintech di Pontianak

Baca: PSI Kalbar Siap Hadapi Masa Kampanye

Selain itu, berdasarkan hasil penelitian dari Global Entrepreneurship and Development Institute (GEDI) tahun 2017 bahwa pengembangan entepreneur sebesar 10 persen dari kondisi saat ini dapat berkontribusi sebesar 535 miliar dollar kepada perekonomian. Hal ini kata Prijono menunjukkan bahwa adanya korelasi positif antara pengembangan wirausaha dengan pertumbuhan ekonomi.

Namun kata dia perlu dicermati bahwa dari 137 negara yang diteliti oleh GEDI tersebut, Indonesia baru menempati peringkat ke 90 sehingga masih dalam peringkat yang belum memuaskan, adapun skor terendah pada aspek penyerapan teknologi dan internasionalisasi (orientasi eksport).

Sedangkan permasalahan yang dihadapi wirausaha di wilayah Provinsi Kalbar secara umum meliputi masih rendahnya kualitas produk yang dihasilkan dan masih terbatasnya jaringan pemasaran (market and marketing) produk UMKM.
Oleh karena itu, pengenalan teknologi informasi melalui pengembangan wirausaha yang terintegrasi dengan teknologi finansial menjadi penting karena luasnya cakupan Tekfin antara lain sistem pembayaran, pemasaran digital, pembiayaan dan lain sebagainya.

"Dengan pemanfaatan Tekfin yang optimal wirausaha dapat memperluas jaringan pemasaran baik skala nasional maupun internasional. Selain itu adanya mekanisme pembayaran yang bersifat direct and real time mendorong efisiensi transaksi ekonomi karena tidak melalui perantara," ujar Prijono.

Selaras dengan upaya pengembangan wirausaha yang terintegrasi dengan Tekfin, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar telah melaksanakan program inkubator bisnis Tekfin Bank Indonesia pada tahun 2018.
Program inkubator bisnis Tekfin ini telah berhasil menjaring 32 peserta dan dilaksanakan pada tanggal 26 Juni-28 Agustus 2018 dengan 11 kali pertemuan.

"Program Inkubator Bisnis Tekfin ini tidak hanya bertujuan untuk mengembangkan kapasitas usaha UMKM, namun juga membenahi manajemen kelembagaan, produk, pembukuan dan pencatatan keuangan, serta akses pemasaran dan pendalaman aspek digital. Intinya meningkatkan kapasitas permodalan hingga pemasaran," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help