Dibangun di Lahan 6 Hektare, RSUD Kubu Raya Bisa Ditempuh Melalui Darat dan Perairan

Nantinya menurut dia rumah sakit ini saat dioperasikan sudah bisa melayani 4 spesialisasi...

Dibangun di Lahan 6 Hektare, RSUD Kubu Raya Bisa Ditempuh Melalui Darat dan Perairan
TRIBUNPONTIANAK/MADROSID
Kadis Kesehatan Kubu Raya, Berli Hamdani. 

Laporan Wartawan Tribunpontianak , Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Berli Hamdani mengatakan pembanguan RSUD Kubu Raya akan didirikan di lahan seluas 6 hektare. RSUD ini bahkan menurutnya dapat di tempuh melalui dua jalur, baik darat maupun perairan.

"Lahan yang digunakan statusnya pinjam pakai seluas, 6,3 hektare, yang akan kita gunakan, 200 meter dari panjang 1000 meter X 62 meter. Ditambahkan lagi 30 meter untuk ke tepi sungai untuk dermaga, ini ciri khas RSUD Kubu Raya bisa di akses dua jalur darat dan sungai," ujarnya, Jumat (6/7/2018)

Baca: Ingin Umroh, Berikut Prosedur yang Harus Dipenuhi

Baca: Hermanus Letakkan Batu Pertama Pembangunan RSUD Kubu Raya

Baca: Bupati Atbah Dorong Generasi Muda Bangun Cita-cita dan Perdalam Ilmu Alquran

Nantinya menurut dia rumah sakit ini saat dioperasikan sudah bisa melayani 4 spesialisasi. Walaupun diakuinya untuk RSUD tipe D hanya diwajibkan memiliki satu dokter spesialis saja.

"Nantimya RSUD ini ada 23 ruangan, 50 tempat tidur, untuk rawat inap, IGD, rawat jalan, poliklinik, dapur, perkantoran, fasilitas lainnya. Pelayanan kedokteran spesialis wajibnya memang satu, karena kita lebih dari satu sesuai ketersedian, begitu dioperasikan bisa melayani 4 spesialisasi anak, dalam, bedah, dan kebidanan," katanya.

Anggaran yang digunakan untuk membangun RSUD tersebut diakuinya menghabiskan dana sebanyak 38 miliar.

"Anggaran fisik 20 miliar, alkes dan fasilitas lainnya 18 miliar, anggaran ini semua dari dana alokasi khusus Kemenkes," tuturnya.

Karena itu ia mengatakan agar pelaksanan dapat berjalan lancar dan sesuai aturan maka pemantauan pembanguan dilakukan dengan baik.

"Jadi dari awal sekali kita sudah melakukan penyiapan pengawasan, pertama melalui inspektorat, kemudian inspektorat jendral kemenkes, BPK, dan TP4D," katanya.

Bahkan dari dinas kesehatan Kubu Raya juga diakuinya menyiapkan tim untuk pengawasan pembangunan RSUD tersebut.

"Pengawasan kita ada konsultasn pengawas dan dari dinas ada Tim monitoring yang mengevaluasi untuk setiap bulan atau paling lambat dua bulan. Tim ini akan menyampaikan progres pembangunan, kunsekounseinya, kalau kemajuan nya diperkirakan tidak selesai tepat waktu bisa kita cut anggaran bahkan bisa kita lelang kembali," tutupnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help