Pilgub Kalbar

Pilkada 2018, Karolin - Gidot Siap Maksimalkan Potensi Perbatasan Darat dan Laut

Dia menjelaskan, proses pembangunan di daerah perbatasan bukan hanya dilakukan untuk wilayah darat, tetapi juga diwilayah laut.

Pilkada 2018, Karolin - Gidot Siap Maksimalkan Potensi Perbatasan Darat dan Laut
TRIBUNFILE/ISTIMEWA
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar nomor urut dua, Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut 2, dr. Karolin Margret Natasa menyatakan dirinya akan memaksimalkan potensi perbatasan darat dan laut di provinsi itu, untuk mempercepat proses pertumbuhan ekonomi baru dan pemerataan pembangunan.

"Program pembangunan perbatasan ini harus terus dilanjutkan, makanya, saat dipecayakan masyarakat untuk memimpin provinsi ini, saya dan pak Gidot akan memaksimalkan potensi yang ada di perbatasan, tidak haya didarat, tetapi juga di laut," kata Karolin di Sintang, Rabu (13/06/2018) sesuai rilis yang diterima Tribunpontianak.co.id dari Media Center Karolin-Gidot

Baca: Rasa Cinta Terhadap Masyarakat dan Daerah Yang Mendorong Karolin Ikut Pilkada Kalbar

Baca: Warga Kubu Raya Nilai, Kerja Karolin Untuk Masyarakat Kalbar Sudah Terbukti

Dia menjelaskan, proses pembangunan di daerah perbatasan bukan hanya dilakukan untuk wilayah darat, tetapi juga diwilayah laut.

Menurutnya, masalah kawasan perbatasan merupakan isu yang penting di berbagai negara tidak terkecuali di Indonesia dan Kalbar khususnya.

Baca: Karolin Siap Realisasikan Perpustakaan Islam Yang Representatif

Kondisi geografis Indonesia yang sebagian besar wilayah kelautan yang terbentang dari sabang sampai Merauke dan Miangas sampai Pulau Rote, menujukkan betapa luasnya indonesia dengan berbagai potensi sumber daya alam dan permasalahanya yang mencakup tapal batas kepulauan.

"Kawasan perbatasan antarnegara, baik di darat maupun di laut memiliki peran sangat penting dan strategis karena selain merupakan batas kedaulatan, juga merupakan wilayah yang mencerminkan halaman depan suatu negara," tuturnya.

Secara geografis, lanjutnya, posisi Negara Kesatuan Republik Indonesia diapit oleh dua benua, mempunyai batas wilayah internasional dengan 10 (sepuluh) negara tetangga. Di darat Republik Indonesia berbatasan dengan 3 (tiga) negara yaitu Malaysia, Papua New Guinea, Republik Demokratik Timor Leste.

"Termasuk di Kalbar, kita berbatasan langsung dengan Malaysia dan dekat sekali dengan Brunei Darusalam. Untuk perbatasan laut, meski Natuna merupakan provinsi Riau, namun, posisinya yang dekat dengan Kalimantan Barat, dimana Natuna ini juga berbatasan langsung dengan Singapura, jelas memiliki potensi yang juga harus dikembangkan ke depan," katanya.

Mantan anggota DPR itu memaparkan, cakupan Wilayah Administrasi Daerah Perbatasan Darat di Kalbar terdiri atas Kabupaten Smbas dengan luas cakupan 6.706,52 kilometer persegi dimana perbatasan itu masuk dalam kawasan Hutan Lindung, Taman Nasional dan Danau Alam yang berada di Kecamatan Paloh, Sajingan Besar, Teluk Keramat dan Sejangkung yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Kemudian, untuk Kabupaten Bengkayang, luas wilayah administrasi perbatasan 6.055,06 kilometer persegi, dimana perbatasan dengan negara tetangga berupa Hutan Lindung, taman nasional dan danau alam yang berada di Kecamatan Seluas, Jagoi Babang dan Siding, ini juga berbatasan langsung dengan Malaysia.

"Sementara di kabupaten Sanggau, luas wilayah admnisrasi perbatasannya 18.314,90 kilometer persegi, terdiri atas Hutan Lindung, Taman Nasional dan Danau Alam yang berada di Kecamatan Entikong, dan Sekayam. Sedangkan untuk Kabupaten Sintang, luas wilayah administrasi perbatasannya 4.651,11 kilometer persegi yang terdapat di Kecamatan Ketungau Tengah, Kecamatan Ketungau Hulu," kata Karolin.

Yang terakhir, Kabupaten Kapuas Hulu, dengan lua wilayah administrasi perbatasannya 29.841,70 kilometer persegi yang terdapat di Kecamatan Puttusibau, Embaloh Hulu, Batang, Empanang, Badau dan Puring Kencana.

"Kenapa saya memaparkan luasan wilayah administrasi perbatasan ini, karena kita sudah memetakan potensi yang ada disana, yang harus dibangun untuk memaksimalkan potensi perbatasan yang ada. Saat ini, pemerintah pusat dibawah kepemimpinan pak Jokowi sangat konsen membangun daerah perbatasan negara, sehingga peluang ini harus bisa kita ambil untuk membangun perbatasan kita," kata Karolin.

Dengan bantuan dan dukungan masyarakat, lanjutnya, dirinya yakin, bisa mewujudkan pembangunan yang berkeadilan antara kota dan daerah pedalaman serta perbatasan.

"Untuk itu saya mengajak masyarakat Kalbar, pada tanggal 27 Juni nanti, mari datang beramai-ramai ke TPS, lalu coblos nomor 2, Karolin-Gidot, untuk mewujudkan Kalbar Hebat," katanya. (*)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved