Pilgub Kalbar

Karolin-Gidot Unggul Disurvei Cyrus, Kadek Sebut Hal Ini Akan Jadi Penentu

Dari pemilih yang menonton debat, 66 persen di antaranya mengaku dapat memahami isi debat tersebut...

Karolin-Gidot Unggul Disurvei Cyrus, Kadek Sebut Hal Ini Akan Jadi Penentu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHO PANJI PRADANA
Suasana Cirus Surveiors Group (CSG) menggelar press release persepsi publik terhadap Cagun dan Cawagub Kalbar pasca debat kandidat tahap dua di Hotel Golden Tulip, Selasa (12/06/2018) malam 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Lembaga Survei Cirus Surveiors Grup (CSG) memaparkan rilis survey terbarunya terhadap dengan hasil persepsi publik terhadap cagub dan cawagub Kalbar pasca debat kandidat tahap dua, dimana elektabilitas pasangan Karolin-Gidot unggul dibanding pasangan Midji-Norsan.   

"Debat publik Calon Gubenur dan Wakil Gubenur Kalbar merupakan salah satu momentum penting dalam proses Pilkada Kalbar. Debat tersebut jelas mempengaruhi persepsi publik terhadap calon pemimpin Kalbar yang akan di pilihnya nanti," kata Direktur Cirus Surveiors (CSG), Kadek Dwita Apriani, saat menyampaikan hasil survei pihaknya kepada sejumlah Media Kalbar di Pontianak, Selasa malam.

Baca: Hasil Survei Cirus, Karolin-Gidot Unggul Tipis Atas Midji-Norsan

Dia menjelaskan, efek debat kandidat terhadap persepsi publik mengenai Cagub dan Cawagub dapat diukur melalui sebuah studi kuantitatif (survei). Untuk itu Cirus Surveiors Group melaksanakan survei persepsi publik pasca debat calon gubenur dan wakil gubenur Kalimantan Barat. 

Baca: Warga KKR Paparkan Keberhasilan Karolin Bebaskan TKI dan Samakan dengan Risma Walkot Surabaya

Baca: Pilkada 2018, Karolin - Gidot Siap Maksimalkan Potensi Perbatasan Darat dan Laut

"Survei ini diselenggarakan pada akhir bulan Mei 2017 dengan menggunakan metode Multi Stage Random Sampling. Jumlah sampel pada survei ini sebanyak 1000 responden yang tersebar secara proporsional di 14 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kalimantan Barat," tuturnya. 
    
Untuk tingkat margin of error (MOE) dalam survei ini sebesar 3,2 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. 

Menurutnya, terdapat beberapa temuan menarik dalam survei ini. Pertama, pengetahuan publik mengenai Pilkada Kalbar 2018, dimana sebanyak 86 persen pemilih telah mengetahui bahwa pemungutan suara akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018. 
   
"Kedua, pemilih Kalbar yang menyaksikan debat kandidal sebanyak 22,2 persen," katanya. 
    
Dari pemilih yang menonton debat, 66 persen di antaranya mengaku dapat memahami isi debat tersebut. Survei ini juga mengukur efek debat cagub dan cawagub terhadap penilaian publik alas kemampuan kandidat dalam berbagai aspek. 
    
"Pasangan Karolin Gidot diketahui memperoleh penilaian yang lebih positif dari penonton debat kandidat, dibandingkan paslon lainnya. Temuan berikutnya terkait angka popularitas dan elektabilitas kandidat sebulan menjelang hari pemilihan," kata Kadek Dwita. 
    
Elektabilitas Karolin-Gidot dalam survei ini sebesar 45,3 persen. Selisih elektabilitasnya di kisaran 2,3 persen dengan Midji Norsan yang memiliki angka elektabilitas 43 persen. Sedangkan jumlah pemilih yang memilih Milton Boyman sebanyak 6,13 persen. 
    
Namun masih terdapat 4.9 persen pemilih yang belum menentukan pilihannya dan akan menjadi salah satu penentu pada kontestasi ini.

Selain itu, terdapat 10 persen pemilih yang masih mungkin mengubah pilihannya karena alasan program kandidat lain yang lebih menarik.  

"Oleh sebab itu, debat publik terakhir akan menjadi sangat penting bagi cagub dan cawagub guna meyakinkan pemilih mengenai programnya," ungkapnya. (*)
 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help