Bupati Ajak Umat Tionghoa Rukun Dengan Umat Beragama Lainnya

Bupati Ketapang, Martin Rantan mengajak umat Tionghoa mengembangkan ajaran Budha Dharma.

Bupati Ajak Umat Tionghoa Rukun Dengan Umat Beragama Lainnya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Bupati Ketapang menerima cindera mata dari Ketua Yayasan Tri Dhrma Gow Kok Yong saat perayaan Ulang Tahun Klenteng Tua Pek Khong di Jalan Merdeka, Komplek Pasar Lama Ketapang, Senin (14/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Bupati Ketapang, Martin Rantan mengajak umat Tionghoa mengembangkan ajaran Budha Dharma. Namun tetap dapat hidup berdampingan dengan masyarakat agama lainnya. Sehingga Ketapang tetap daerah aman dan damai.

“Momen ulang tahun Klenteng Tua Pek Khong semoga kita selalu diberikan kekuatan panjang umur, sehat wal afiat,” kata Bupati melalui rilis Peliputan Kehumasan dan Protokol Setda Ketapang, Alwi Adi kepada Tribun di Ketapang, Rabu (16/5/2018).

Saat memberikan sambutan pada Ulang Tahun Kelenteng Tua Pek Khong Ketapang, Senin (14/5/2018) ia juga mengatakan yang tidak kalah pentingnya semoga masyarakat Ketapang selalu hidup berdampingan, tentram aman dan damai.

Baca: Pantau Stok Kebutuhan, Diskumdag Pontianak Buat Terobosan Untuk Distributor

Menurutnya perayaan Ulang Tahun Kelenteng Tua Pek Khong dapat dijadikan semangat dalam beribadah. Serta berbuat kebajikan terhadap sesama dan mengajak umat Budha meningkatkan kerukunan internal dan antar umat beragama.

Martin memaparkan ada tri kerukanan umat beragama. Pertama kerukunan internal umat beragama artinya sesama umat Budha rukun, sesama umat Hindu rukun. Serta sesama umat Katholik rukun, sesama umat Islam rukun dan lainnya.

Kemudian kedua kerukunan umat Budha dengan umat beragama lainnya dan begitu juga sebaliknya. Ketiga kerukunan umat beragama dengan pemerintah. Bupati menambahkan kebebasan beragama adalah hak warga  rakyat Indonesia.

Baca: Bulan Ramadan, ASN Pemkot Pulang 1 jam Lebih Awal

Sebab itu setiap orang memiliki hak untuk menentukan keyakinan yang akan dipilih. Namun adanya perbedaan keyakinan tersebut tidak menjadi perpecahan. Terlebih lagi perpecahan disebabakan keyakinan agama.

“Marilah kita berpartisipasi membangunan Bangsa dan terus menjaga keamanan. Serta persatuan kesatuan dan cinta tanah air dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ajaknya.

Martin mewakili Pemerintah Kabupaten Ketapang juga mengecam keras aksi teror oleh kelompok-kelompok tertentu. Bahkan hingga melawan alat Negara.

“Bayangkan teror melawan alat negara sampai anggota Densus 88 disandera dan dibunuh. Sesudah itu Pekan lalu terjadi lagi aksi teror bom di Surabaya hingga terjadi korban kepada umat yang tidak berdosa. Maka atas kejadian tersebut kami mengecam keras aksi yang tidak berprikemanusiaan tersebut," ungkapnya.

Baca: 3 Jenis Makanan yang Baik untuk Sahur, Perbaiki Kesehatan dengan Puasa yang Benar

“Mari kita berdoa dan bergandengan tangan supaya di Ketapang tetap menjadi daerah damai, aman dan tentram. Kalau bukan kita siapa lagi yang mengamankan negeri ini,” ucapnya.

Martin juga menghimbau pemerintah, sipil, TNI, Polri dan masyarakat. Semua harus kompak menjaga supaya negeri ini aman dan damai.

“Kalau aman Pemerintah dapat menjalankan roda pembangunan secara baik. Jika tidak aman tentu sulit,” tuturnya. 

Penulis: Subandi
Editor: listya sekar siwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help