Penyelundupan Rotan Gagal, Bea dan Cukai Apresiasi TNI AL

"Kami senang adanya tangkapan ini, karena di saat kami tak dapat menangkap, dari TNI AL berhasil menangkapnya,"

Penyelundupan Rotan Gagal, Bea dan Cukai Apresiasi TNI AL
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HADI SUDIRMANSYAH
Kepala KPP Bea Cukai Pontianak Dwiyono Widodo turut hadir mengikuti Dan Lantamal XII Pontianak, Ditpolair Polda Kalbar Tinjau langsung barang bukti 94 Ton Rotan, Senin (16/4/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hadi Sudirmansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Kepala Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Pontianak Dwiyono Widodo mengapresiasi Lantamal XII Pontianak yang mengagalkan upaya penyelundupan rotan ke Malaysia.

"Kami senang adanya tangkapan ini, karena di saat kami tak dapat menangkap, dari TNI AL berhasil menangkapnya. Begitu juga jika sebaliknya," kata Dwiyono, Senin (16/04/2018).

Baca: TNI AL Cegat Kapal ke Malaysia, Sita 94 Ton Rotan Selundupan

Pihaknya belum bisa memperkirakan berapa nilai rotan yang nyaris diselundupkan itu. Namun ia memberikan gambaran, pada tangkapan Bea Cukai pada tahun 2017, yakni berjumlah sekitar 90 ton dan 120 ton.

Prajurit Lantamal XII Pontianak bersenjata lengkap mengawal sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) KLM.Putri Setia saat dihadirkan pada Press Conference penangkapan KLM.Putri Setia di Dermaga Lantamal XII, Jalan Komyos Sudarso, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (16/4/2018) siang.  Saat melaksanakan patroli disekitar  perairan Pulau Datu pada tanggal 7 April 2018,KRI Sembilang-850 Satrol Lantamal XII yang dikomandani Mayor laut (P) Wida Adi Prasetya menangkap KLM.Putri Setia GT 51 karena diduga akan melakukan penyelundupan 94 ton rotan jenis sega, saat ditangkap posisi kapal menuju ke Utara mengarah ke perairan Malaysia.Berdasarkan pengakuan nahkoda KLM.Putri Setia, agar KLM Putri Setia memperoleh surat persetujuan berlayar ( SPB) dari Syahbandar, diberitahukan kapal akan berlayar menuju Jambi, sedangkan tujuan kapal yang sesungguhnya  adalah ke Sibu,Malaysia untuk penyelundupan rotan.KLM Putri Setia patut diduga telah melakukan tindak pidana sebagaimana yang diatur UU No.17 tahun 2006 tentang Kepabeanan, pasal 102A huruf a yaitu mengekspor barang tanpa menyerahkan pemberitahuan pabean, pasal 102A huruf e yaitu mengangkut barang ekspor  tanpa dilindungi dengan dokumen yang sah sesuai dengan pemberitahuan pabean. Terhadap dugaan tersebut pelaku diancam dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun, paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp 50 juta, paling banyak Rp 5 miliar, KLM Putri Setia juga diduga melanggar UU No.17 tahun 2008 tentang pelayaran. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Prajurit Lantamal XII Pontianak bersenjata lengkap mengawal sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) KLM Putri Setia di Dermaga Lantamal XII,  Senin (16/4/2018) siang. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA)

"Kalau 90 ton, kemarin hasil lelang yakni sekitar Rp 600 juta, dan 120 ton kemarin dan di dukung barang cukup berkualitas tinggi yakni Rp 1 miliar lebih," terangnya.

Baca: Kapal Kemanusiaan Kalbar Melayani Semua Umat

Bukan hanya rotan yang bisa memiliki nilai, kapal tangkapan juga berhasil dilelang dengan harga Rp 400 juta. "Untuk kapal yang bawa rotan 120 ton sast ini sedang dalam proses lelang," ungkapnya.

Dwiyono menuturkan modus yang diamankan Bea Cukai dan Lantamal XII Pontianak nyaris sama, yakni dari Kalteng dan akan diselundupkan dibawa ke Malaysia.

 Baca: Pj Gubernur Bersyukur, Kapal Kemanusiaan Emban Misi Bantuan di Kalbar

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved