Pilkada Serentak

Polda Kalbar Harap Pilkada Berjalan Damai

Menurutnya pula Isu kebangkitan PKI pada Pilkada 2018, Terorisme dan Headspeach menjadi atensi semua elemen masyarakat di Pilkada damai.

Polda Kalbar Harap Pilkada Berjalan Damai
Ilustrasi
Pilkada

Laporan Wartawan Tribunpontianak, Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kasubdit III Bid. Sosial Budaya Dit. Intelkam Polda Kalbar, AKBP Abdu Rosyid, S.Ag. MH mengatakan Era Globalisasi ditandai dengan teknologi informasi yang sangat berpengaruh terhadap kelangsungan kehidupan masyarakat, apapun yang terjadi diwilayah lain berpengaruh pada wilayah Provinsi Kalbar.

Ia yang ikut hadir pada Focus Group discussion yang diselenggarakan oleh DPW Muhammadiyah Kalbar juga menyambut baik inisiatif penyelenggara, dimana menurutnya konflik yang terjadi di Indonesia juga dipengaruhi konflik di negara lain.

Baca: Jelang Pilkada 2018, Ini Pernyataan Sikap Muhammadiyah Kalbar

Baca: Pj Gubernur Rasakan Keberagaman Semakin Nyata di Kalbar

"Konflik yang terjadi di Negara lain menimbulkan pengaruh yang luar biasa diiwilayah Indonesia Konflik pada bulan Mei 2017 yang mana masyarakat muslim tidak terima Ulama yang datang ke Kalbar diusir oleh masyarakat non muslim untuk dikembalikan ke Jakarta menjadi cikal bakal munculnya konflik kerawanan gangguan kamtibmas," ujarnya, Selasa (13/3/2018).

Baca: Kemenag Wujudkan Pilkada Santun, Ini Upaya yang Dilakukan

Menurutnya pula Isu kebangkitan PKI pada Pilkada 2018, Terorisme dan Headspeach menjadi atensi semua elemen masyarakat untuk menciptakan Pilkada damai.

"Provinsi Kalbar merupakan salah satu Provinsi terluas Se- Indonesia sehingga menjadi kebanggaan masyarakat bahwa sumber daya alam di Prov. Kalbar sangat besar. Sejarah Konflik sosial yang sudah terjadi diwilayah Provinsi Kalbar menjadi catatan bahwa permasalahan tersebut harus ditangani sejak dini agar konflik tersebut tidak terjadi pada pelaksanaan Pilkada tahun 2018 di Prov. Kalbar," lanjutnya.

Tentunya menurutnya Polri memiliki langkah - langkah dalam menangani potensi konflik dalam upaya pencegahan diantaranya proaktif Policyng dengan meningkatkan kegiatan preemtif dan prefentif.

"Kami berharap keamanan masyarakat terjamin, tidak ada masyarakat yang menjadi korban dan masyarakat tidak menjadi pelaku kejahatan. Revolusi mental merupakan perubahan mendasar yang menyangkut cara hidup, cara berfikir, cara memandang masalah, cara merasa, mempercayai/meyakini, yang semuanya menjelma dalam cara berprilaku dan bertindak," tutupnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help