Pilgub Kalbar

Jelang Pilkada 2018, Ini Pernyataan Sikap Muhammadiyah Kalbar

Menurutnya unsur pimpinan Daerah segera merespon potensi konflik agar tidak terjadi dan Pelaksanaan Pilkada di Kalbar aman dan lancar.

Jelang Pilkada 2018, Ini Pernyataan Sikap Muhammadiyah Kalbar
TRIBUNPONTIANAK/FILE
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat, Pabali Musa. 

Laporan Wartawan Tribunpontianak, Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - DPW Muhammadiyah Provinsi Kalbar menyatakan sikapnya pada Pilkada 2018 mendatang.

Dimana menurut Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Kalbar, Pabali Musa hal ini telah tertuang pada Focus Gruop Discussion yang sebelumya telah digelar di Golden Tulip, Sabtu (10/3/2018) kemarin.

Baca: Pj Gubernur Doddy Riyadmadji Sebut Kopi Aming Harganya Kompetitif dan Enak

"Sebelumya kita telah menggelar Focus Group Discussion dengan tema Peran Muhammadiyah dalam Pilkada santun menuju Kalbar yang berkemajuan. Dimana pada kegiatan tersebut kami mengundang Nara sumber diantaranya, H. Mi'raj, S.Ag (Plt Kabag. TU) mewakili Kakanwil Kemenag Prov. Kalbar, Dr. Zulkifli Abdullah, S.Ag, MA Sekretaris Umum MUI Prov. Kalbar dan Kapolda Kalbar yang diwakili oleh AKBP Abdu Rosyid, S.Ag. MH, Kasubdit III Bid. Sosial Budaya Dit. Intelkam Polda Kalbar," ujarnya, Selasa (13/3/2018).

Baca: ‎Jatanras Polresta Pontianak Ringkus Dua Residivis di Tempat Berbeda

Menurutnya unsur pimpinan Daerah segera merespon potensi konflik agar tidak terjadi dan Pelaksanaan Pilkada di Prov. Kalbar dapat berjalan dengan aman dan lancar.

"Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) berdasarkan rapat pleno Pimpinan Muhammadiyah ke 30 pada tanggal 29 Februari 2018 , tentunya semua wilayah yang melaksanakan Pilkada untuk mengembangkan nilai Positif yang harus dikembangkan untuk menciptakan Pilkada yang damai dan santun," katanya.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh pimpinan Muhammadiyah Kab/Kota bagai mana berjuang dan beramal untuk mencapai kesejahteraan, memperbanyak kawan untuk mengamalkan ukhuwah islam. Kemudian menurutnya bisa menjadi tauladan yang baik dan aktif dalam membantu pemerintah serta bekerja sama dengan golongan (Agama) lain sebagai pemelihara dan pembangunan Negara.

"Muhammadiyah siap untuk membantu menyukseskan pelaksanaan Pilkada maupun kegiatan Kenegaraan. Muhammadiyah harus kritis terhadap sistem Politik dengan mengedepankan kepentingan rakyat, Muhammadiyah harus mengedepankan Politik yang sehat dan berkeadaban," lanjutnya.

Diakuinya Muhammadiyah memberikan kebebasan dalam hak Politik kepada seluruh anggota / pengurus Muhammadiyah, karena merupakan tanggung jawab sebagai warga Negara.

"Kami juga menegaskan bahwa menciptakan situasi yang santun dan damai disetiap tahapan Pilkada agar seluruh pengurus Muhammadiyah harus mengedepankan hikmah dan kapasitas kenegarawanan (hafiz dan alim), mengedepankan prestasi dan pengabdian dari para Calon," tuturnya

Menurutnya Learning Point dari kegiatan FGD ini diharapkan dapat meningkatkan peran Muhammadiyah untuk mensukseskan Pilkada.

"Masyarakat harus berperan aktif menyukseskan Pilkada tahun 2018 yang jujur, adil, santun dan bermartabat, hendaklah bersikap arif dan bijaksana serta menghindari provokasi yang dapat menyebabkan perpecahan di masyarakat termasuk dalam berkomunikasi melalui media sosial, media massa dan tempat - tempat ibadah," tutupnya.(ian)

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved