"Save Rohingya" Pentas Seni untuk Kemanusiaan Prodi Seni Musik dan Tari FKIP Untan
Mahasiswa Program Studi Seni Musik dan Tari FKIP Universitas Tanjungpura menggelar pentas seni bertajuk "Pentas
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Adelbertus Cahyono
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Mahasiswa Program Studi Seni Musik dan Tari FKIP Universitas Tanjungpura menggelar pentas seni bertajuk "Pentas Seni untuk Kemanusiaan" di Auditorium Universitas Tanjungpura, Pontianak, Rabu (4/10/2017).
(Baca: Manjakani Tampil Memukau di Pentas Seni untuk Kemanusiaan )
Ketua Panitia Penyelenggara I Kadek Andika Wibawa mengatakan, pentas seni tersebut adalah upaya mengumpulkan donasi untuk warga Rohingya yang sedang dilanda krisis kemanusiaan di Myanmar.
"Donasi kita dapatkan dari penjualan tiket, yakni Rp15.000 per orang," jelas Andika.
(Baca: Serahkan Alsintan, Atbah Minta Petani Memanfaatkan dan Tidak Dirusak )
Nantinya, donasi yang terkumpul dari acara pentas seni ini akan disalurkan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) Pontianak.
"Selesai acara ini akan langsung kita salurkan," terang Andika.
Acara dimulai sekitar pukul 19.30 Wib, akan ada penampilan dari Manjakani, Balaan Tumaan, Cofternoon, dan Bujang Project.
(Baca: 9 Komoditi Ekspor Alami Kenaikan, Satu Komoditi Penopang Perekonomian Masyarakat Ini Kembali Anjlok )
"Kalau untuk tari akan ada penampilan dari Komunitas Tari Pontianak," tambah pemain instrumen musik jenis tiup itu.
Awalnya, kata Andika, acara ini bermula dari mata kuliah kewirausahaan seni yang telah mereka praktekkan.
(Baca: Kampung KB Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat? Ini Penjelasan Wakil Bupati Idrus )
Lalu, keuntungan dari praktek mata kuliah itu mereka gunakan untuk mengadakan pentas seni ini.
"Ada juga dukungan dana dari program studi," kata Andika.
(Baca: Antisipasi Penyalahgunaan Senjata Api, Kanit Provost Tebelian Laksanakan Pengecekan Rutin )
Andika juga mensyukuri jika acara pentas seni ini mendapat dukungan baik dari dekan fakultas, bentuk dukungan yang diberikan adalah berupa dana.