Sabu 18 Kilogram

Kapolda Kalbar: Kasus Narkoba Kali ini Adalah Terbesar di Kalbar Tahun 2016

Lanjut Musyafak, pengungkapan narkoba oleh Polresta Pontianak ini kemudian segera dilaporkannya kepada Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Kapolda Kalbar: Kasus Narkoba Kali ini Adalah Terbesar di Kalbar Tahun 2016
TRIBUNPONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Foto-foto press release pengungkapan penyalahgunaan narkotika oleh Kapolda Kalimantan Barat di Mapolda Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (7/11/2016) siang. Sebanyak 18 kilogram sabu didapatkan di ban serap mobil Toyota Fortuner, oleh jajaran Unit Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak, di sebuah rumah di Gang Amal, Jalan Penjara, Minggu malam. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Selain itu, menurut Kapolda Kalbar, Irjen Pol Musyafak, modus operandi yang digunakan para pelaku menyelundupkan narkoba ke Indonesia, khususnya di Kalbar, tampak berbeda dengan pengungkapan sebelumnya.

"Pengungkapan kemarin itu dari dalam ban. Itu ban-nya ada. Ban ini masih dipasang di mobilnya. Setelah diturunkan lalu disobek, ternyata isinya narkoba," ujarnya.

Baca: Dua Tersangka yang Diamankan Polresta Pontianak, Ternyata Warga Negara Malaysia

Lanjut Musyafak, pengungkapan narkoba oleh Polresta Pontianak ini kemudian segera dilaporkannya kepada Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian.

"Bapak Kapolri sedang di Bali, mengatakan supaya disampaikan kepada rekan-rekan sekalian. Perkembangan kasus terkait narkoba ini sangat tinggi. Bahkan kemarin yang tertangkap di Jakarta lebih dari satu kuintal, itu juga dari Malaysia. Ini juga dari Malaysia, bahkan ini pelakunya orang Malaysia, ini mungkin yang perlu menjadi perhatian warga Kalimantan Barat," tegasnya.

Kapolda menjelaskan, informasi adanya barang haram ini diperoleh dari masyarakat, dan kemudian dikembangkan Sat Reskrim Polresta Pontianak untuk melakukan pengungkapan di lapangan.

"Saya tegaskan, ini kasus narkoba terbesar di Kalbar tahun 2016, yang pelakunya bukan Warga Negara Indonesia. Ini masih dikembangkan, karena tim ini masih di lapangan, masih ada pengembangan di wilayah satu tempat. Laporan saya ke Kapolri, laporan Kapolresta ke saya sudah jelas arahnya ke satu tempat," sambung Kapolda.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved