TribunPontianak/

Cumlaude dengan IPK 3,84, Anak Petani Sambas ini Sandang Sarjana Fisip

Nurjanah mengikuti prosesi wisuda bersama lulusan lainnya dalam acara Wisuda Universitas Tanjungpura Pontianak, periode ke IV...

Cumlaude dengan IPK 3,84, Anak Petani Sambas ini Sandang Sarjana Fisip
TRIBUNPONTIANAK / RAYMOND KARSUWADI
Nurjanah (22) wisudawati lulusan Program Studi Ilmu Pemerintahan khusus kerjasama antar Universitas Tanjungpura lewat Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu politik, dengan pemerintah Provinsi Kalimantan barat yang diwisuda dalam acara Wisuda Universitas Tanjungpura Pontianak, periode ke IV, Tahun Akademik 2015/2016 bertempat di Auditorium Untan, Jl Muhamad Isya, Rabu (3/8/2016) pagi. TRIBUNPONTIANAK / RAYMOND KARSUWADI 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Keterbatasan tidak menjadi halangan seseorang untuk mendapatkan pendidikan yang layak bahkan sampai ke jenjang perguruan tinggi.

Nurjanah (22), satu di antaranya, putri ke 2 dari 3 bersaudara asal Desa Sungai Kelambu, Kecamatan Tebas, Sambas ini contohnya.

Dirinya menyelesaikan program studi selama kurang lebih 3 tahun 9 bulan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.84 yang merupakan IPK tertinggi di Fakultasnya.

Nurjanah mengikuti prosesi wisuda bersama lulusan lainnya dalam acara Wisuda Universitas Tanjungpura Pontianak, periode ke IV, Tahun Akademik 2015/2016 bertempat di Auditorium Untan, Jl Muhamad Isya, Rabu (3/8/2016) pagi.

Dirinya berasal dari keluarga yang sangat sederhana, ayah dan ibunya hanyalah petani desa yang sederhana di desanya.

Nurjanah merupakan wisudawati lulusan Program Studi Ilmu Pemerintahan khusus kerjasama antar Universitas Tanjungpura, Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu politik, dengan pemerintah Provinsi Kalimantan barat.

Semua biaya pendidikan yang dikeluarkannya ditanggung oleh pemerintah daerah Kabupaten Sambas, diapun sangat bersyukur mendapatkan beasiswa tersebut yang dapat meringankan biaya pendidikannya.

“Sangat bersyukur sekali mendapatkan beasiswa ini, meski pendidikan agak berbeda karena Prodi IP sendiri terdapat 3 pilar yaitu pengasuhan, pelajaran dan pelatihan, tidak hanya pelajaran. Alhamdullilah saya mendapatkan IPK tertinggi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik,” katanya.

Nurjanah pun terkesan dengan adanya program pendidikan seperti ini dan berharap program studi ini bisa berlanjut, karena dirinya yang merupakan angkatan tahun 2012 yang merupakan angkatan terakhir dari 5 angkatan yang diprogramkan.

Penulis: Raymond Karsuwadi
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help