Warga Batas Dilatih Berkisah di Blog
Kamis, 26 Januari 2012 21:38 WIB
Berita Terkait
- Batas Indonesia-Malaysia Butuh Tembok
- Tokoh Sanggau Tuntut Merdeka
- TNI Temukan Ekskavator Malaysia
- 100 TNI Ketapang Kembali ke Markas
- Tunjangan Guru Perbatasan Terbatas
- Tunjangan Guru Perbatasan Tak Dibayar?
- 650 Anggota Kostrad ke Titik Batas
- Perbatasan Kalbar Sering Disalahgunakan
- Ajak Masyarakat Perbatasan Berperan
- LMP Akan Buat Pos di Perbatasan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sejumlah "blogger" dan wartawan di Kalimantan Barat menggagas program Border Blogger Movement (BBM) yang diperuntukkan bagi warga perbatasan guna menggali berbagai kisah di wilayah terpencil itu.
Manajer Program BBM, AA Mering, di Pontianak, Kamis mengatakan, program tersebut diberikan dalam bentuk beasiswa namun tidak dalam bentuk pemberian dana.
"Beasiswa ini kami berikan dalam bentuk bantuan fasilitas modem dan pulsa gratis, mencetak buku tentang perbatasan, peningkatan kapasitas berupa kursus menulis, memotret, weblog, sosial media, secara offline maupun online. Selain itu juga memberi penghargaan bagi blogger terbaik dari perbatasan," ujar Mering.
Ia melanjutkan, Program BBM merupakan hasil kerja sama antara Ford Foundation melalui Cipta Media Bersama. Ia berharap, pelatihan yang digelar secara gratis bagi setiap peserta akan mampu mengangkat berbagai persoalan sederhana namun penting dan menarik yang terjadi di wilayah perbatasan.
"Dan tentu saja, bisa dipublikasikan secara luas melalui blog," kata dia.
Ia menambahkan, dalam kurun waktu lima bulan dari periode program ini, para peserta wajib menayangkan kisah-kisah, foto-foto, video, dan aneka peristiwa yang terjadi di perbatasan, ke blog masing-masing.
Mering mengatakan, ada impian bahwa dalam beberapa bulan ke depan, tersedia referensi yang riil tentang perbatasan yang bisa diakses semua orang melalui internet.
"Tentu bukan kisah-kisah bombastis, tetapi yang bersifat human interest dan bahkan terlewatkan oleh para bapak-ibu pejabat yang hanya berkunjung dalam kerangka formalitas belaka ke beranda yang terlupakan ini," kata Mering.
Manajer Program BBM, AA Mering, di Pontianak, Kamis mengatakan, program tersebut diberikan dalam bentuk beasiswa namun tidak dalam bentuk pemberian dana.
"Beasiswa ini kami berikan dalam bentuk bantuan fasilitas modem dan pulsa gratis, mencetak buku tentang perbatasan, peningkatan kapasitas berupa kursus menulis, memotret, weblog, sosial media, secara offline maupun online. Selain itu juga memberi penghargaan bagi blogger terbaik dari perbatasan," ujar Mering.
Ia melanjutkan, Program BBM merupakan hasil kerja sama antara Ford Foundation melalui Cipta Media Bersama. Ia berharap, pelatihan yang digelar secara gratis bagi setiap peserta akan mampu mengangkat berbagai persoalan sederhana namun penting dan menarik yang terjadi di wilayah perbatasan.
"Dan tentu saja, bisa dipublikasikan secara luas melalui blog," kata dia.
Ia menambahkan, dalam kurun waktu lima bulan dari periode program ini, para peserta wajib menayangkan kisah-kisah, foto-foto, video, dan aneka peristiwa yang terjadi di perbatasan, ke blog masing-masing.
Mering mengatakan, ada impian bahwa dalam beberapa bulan ke depan, tersedia referensi yang riil tentang perbatasan yang bisa diakses semua orang melalui internet.
"Tentu bukan kisah-kisah bombastis, tetapi yang bersifat human interest dan bahkan terlewatkan oleh para bapak-ibu pejabat yang hanya berkunjung dalam kerangka formalitas belaka ke beranda yang terlupakan ini," kata Mering.
Editor : Marlen Sitinjak
Sumber : Antara
