TOPIK
Produksi Uang Palsu di Pontianak
-
Ketiga pelaku terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda hingga Rp10 miliar.
-
IW merupakan warga Balai Karangan, Kabupaten Sanggau, lalu VC berasal dari Jelimpo, Kabupaten Landak.
-
Mereka bertiga merupakan dalang dibalik produksi uang palsu yang diduga marak beredar di sejumlah daerah di Kota Pontianak.
-
Tiga orang pelaku berinisial JW alias IW (30) warga Balai Karangan, VC (25) warga Jelimpo, Kabupaten Landak, dan EY (45) warga Pontianak
-
Jangan sampai tertipu uang palsu! Pelajari cara mengenali uang asli lewat fitur watermark, blind code, dan sinar UV. Cek di sini lengkapnya
-
“Motif para pelaku murni faktor ekonomi, dengan sengaja memproduksi uang palsu untuk memperoleh keuntungan,” pungkasnya.
-
Pasutri itu sempat beraksi di salah satu warung di Jalan Desa Kapur, Gang Daiman, Desa Kapur.
-
Namun rencana tersebut gagal. Saat NL hendak meninggalkan toko, pemilik menyadari bahwa uang yang diterimanya bukan asli.
-
Peristiwa ini bermula ketika kedua pelaku berbelanja sejumlah barang di warung kecil milik keluarga Siti Rohmah.
-
Saat pelaku berusaha kabur, sebuah kendaraan Tosa yang mengangkut bahan bangunan kebetulan berhenti di depan warung.
-
Seorang pria dan seorang wanita, diduga menggunakan uang palsu saat berbelanja di warung milik orang tua Siti Rohmah di Jl. Desa Kapur
-
Terduga pelaku yang terdiri dari dua orang, kata Aiptu Ade telah diamankan oleh warga dan kini dibawa ke Mapolres Kubu Raya.
-
Erna mengatakan, pelaku mengalami luka lebam, namun tidak terlalu parah. Ia menambahkan, awalnya warga meneriaki pelaku dengan
-
"Terkait video yang di media sosial itu memang benar adanya dugaan peredaran uang palsu tersebut," ucap Aiptu Ade saat dikonfirmasi
-
Di mana, permasalahan bermula saat korban menebus handphone yang ia gadaikan dengan menggunakan uang palsu.
-
Di mana, permasalahan bermula saat korban menebus handphone yang ia gadaikan dengan menggunakan uang palsu.
-
Saya yakin bahwa uang palsu yang ada di Pontianak ini bukan merupakan produksi dari Pontianak, ini tentu dari luar Pontianak
-
Sekitar pukul 09.00 WIB, korban mengalami kejang-kejang, muntah-muntah, dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
-
Zainal menambahkan sekitar pukul 09.00 WIB korban sempat mengalami kejang-kejang dan muntah, sebelum akhirnya meninggal dunia.
-
Sudah banyak pedagang kecil yang menjadi korban membuat mereka merugi hingga ratusan ribu Rupiah.
-
"Saya mengimbau masyarakat tetap hati-hati," katanya kepada tribubpontianak.co.id saat diwawancarai, Senin 28 Juli 2025.