Kunjungi Disdukcapil, Bupati Ketapang Minta Informasi Layanan Lebih Terbuka
Menurutnya dengan semua informasi yang beredar di media sosial akan memeberikan kepastian kepada masyarakat.
Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Warga di wilayah perkotaan mengeluhkan sering kosongnya blanko KTP elektronik (KTP-el), yang membuat antrean panjang berujung kekecewaan.
- Sementara warga dari daerah hulu menghadapi kendala biaya transportasi dan jauhnya jarak tempuh, terutama ketika dokumen yang dibawa belum lengkap atau layanan belum dapat diproses.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Usai memimpin apel pagi di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Ketapang, Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, langsung mengunjungi Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Rabu 29 April 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi pelayanan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat terkait administrasi kependudukan.
Dalam kesempatan itu, ia berdialog dengan sejumlah warga yang tengah mengurus dokumen, dari perbincangan tersebut, terungkap beberapa persoalan yang masih kerap terjadi di lapangan.
Warga di wilayah perkotaan mengeluhkan sering kosongnya blanko KTP elektronik (KTP-el), yang membuat antrean panjang berujung kekecewaan.
Sementara warga dari daerah hulu menghadapi kendala biaya transportasi dan jauhnya jarak tempuh, terutama ketika dokumen yang dibawa belum lengkap atau layanan belum dapat diproses.
Menanggapi hal itu, Alexander Wilyo menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat.
• Bupati Ketapang: Jangan Tunggu Laporan, Medsos Jadi Mata dan Telinga Pemerintah
Ia meminta jajaran Disdukcapil lebih aktif memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan informasi secara real-time, terutama terkait ketersediaan blanko dan persyaratan layanan.
Menurutnya dengan semua informasi yang beredar di media sosial akan memeberikan kepastian kepada masyarakat.
"Melalui informasi publik di media sosial, warga dapat memastikan kelengkapan berkas sekaligus kepastian layanan sebelum berangkat, sehingga tidak ada lagi perjalanan yang berakhir sia-sia," ujarnya.
Selain itu, ia juga mendorong penguatan layanan jemput bola melalui pelayanan mobile Disdukcapil yang diintegrasikan dengan agenda kunjungan kerja ke kecamatan.
Menurutnya, langkah tersebut dinilai efektif untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus menekan biaya operasional, sehingga masyarakat di wilayah terpencil tetap dapat memperoleh layanan administrasi kependudukan secara maksimal.
"Dengan skema ini, biaya operasional dapat ditekan karena menyatu dengan kegiatan pimpinan, sementara masyarakat di wilayah terpencil tetap memperoleh layanan perekaman KTP-el dan pengurusan dokumen lainnya secara gratis dan tepat sasaran," jelasnya.
Melalui langkah-langkah tersebut, Ia juga menegaskan, Pemerintah Kabupaten Ketapang berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang responsif, adaptif, dan berkeadilan melalui integrasi layanan digital dan lapangan, guna menjawab tantangan geografis serta keterbatasan anggaran. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Bus Rehobot Pontianak - Putussibau Kecelakaan, Penumpang Selamat |
|
|---|
| Bupati Ketapang: Jangan Tunggu Laporan, Medsos Jadi Mata dan Telinga Pemerintah |
|
|---|
| Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Polres Singkawang Tegaskan Komitmen Lindungi Masyarakat |
|
|---|
| Penuh Makna! Siswa KB/TK Al Azhar 21 Pontianak Ikuti Peragaan Manasik Haji |
|
|---|
| Duka Kalbar: Praka Aprianus Gugur di Papua, Tambah Daftar Prajurit TNI Asal Kalbar yang Gugur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Alexander-Wilyo-435reswdds.jpg)