Ragam Contoh

Cara Menyimpan Sisa Ketupat Agar Tetap Empuk dan Tidak Cepat Basi

Makanan berbahan dasar beras yang dibungkus dengan anyaman daun kelapa ini hampir selalu menjadi sajian wajib saat Lebaran. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SHUTTERSTOCK/RANI RESTU IRIANTI
KETUPAT- Sebelum membahas tips menyimpan ketupat agar tidak cepat basi, menarik untuk mengetahui bahwa hidangan khas ini ternyata memiliki sejarah panjang dan filosofi yang mendalam dalam budaya masyarakat Nusantara, khususnya di Pulau Jawa. 

Ringkasan Berita:
  • Makanan berbahan dasar beras yang dibungkus dengan anyaman daun kelapa ini hampir selalu menjadi sajian wajib saat Lebaran. 
  • Namun, tidak jarang keluarga memasak ketupat dalam jumlah cukup banyak sehingga masih tersisa setelah perayaan usai. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Perayaan Hari Raya Idul Fitri terasa semakin istimewa dengan kehadiran berbagai hidangan khas di meja makan, salah satunya adalah ketupat. 

Makanan berbahan dasar beras yang dibungkus dengan anyaman daun kelapa ini hampir selalu menjadi sajian wajib saat Lebaran. 

Namun, tidak jarang keluarga memasak ketupat dalam jumlah cukup banyak sehingga masih tersisa setelah perayaan usai. 

Meski begitu, ketupat yang tersisa sebaiknya tidak langsung dibuang karena masih dapat disimpan dengan cara yang tepat agar tetap layak dikonsumsi.

Sebelum membahas tips menyimpan ketupat agar tidak cepat basi, menarik untuk mengetahui bahwa hidangan khas ini ternyata memiliki sejarah panjang dan filosofi yang mendalam dalam budaya masyarakat Nusantara, khususnya di Pulau Jawa.

Ketupat sudah dikenal oleh masyarakat Jawa sejak sekitar abad ke-15. Penyebaran tradisi ketupat secara luas sering dikaitkan dengan peran Sunan Kalijaga, salah satu tokoh ulama terkenal dari Wali Songo yang berperan penting dalam penyebaran Islam di tanah Jawa.

Operasi Ketupat 2026, Polres Kapuas Hulu Siap Amankan Perayaan Idul Fitri

Pada masa dakwahnya di wilayah Kesultanan Demak, Sunan Kalijaga memperkenalkan dua tradisi perayaan setelah bulan Ramadan, yaitu perayaan Idul Fitri yang dikenal sebagai Bakda Lebaran dan tradisi Bakda Kupat.

Tradisi Bakda Kupat biasanya dilaksanakan sekitar satu minggu setelah Idul Fitri. Dalam perayaan ini, masyarakat membuat dan membagikan ketupat sebagai simbol kebersamaan sekaligus bentuk ungkapan syukur setelah menjalankan ibadah puasa.

Sebenarnya, ketupat sendiri telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Jawa sejak lama. Namun, Sunan Kalijaga kemudian mengadaptasi tradisi tersebut dan memberikan makna religius yang lebih dalam sehingga menjadi simbol budaya Islam yang khas di Jawa.

Istilah “kupat” memiliki filosofi yang sarat makna. Kata tersebut dipercaya merupakan singkatan dari Ngaku Lepat, yang berarti mengakui kesalahan, serta Laku Papat, yaitu empat tindakan mulia yang terdiri dari Lebaran, Luberan, Leburan, dan Laburan. 

Filosofi ini menggambarkan pentingnya saling memaafkan, berbagi rezeki, membersihkan diri dari kesalahan, serta menjaga kesucian hati setelah menjalani ibadah Ramadan.

Tips Menyimpan Sisa Ketupat Agar Tidak Cepat Basi

Jika setelah Lebaran masih terdapat ketupat yang tersisa, ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar makanan tersebut tetap tahan lama dan tidak mudah basi. Salah satu tips dibagikan oleh koki selebriti Yuda Bustara.

Menurutnya, ketupat yang sudah matang sebaiknya didinginkan terlebih dahulu sebelum disimpan. 

Setelah itu, ketupat dapat dimasukkan ke dalam wadah tertutup atau dibungkus dengan plastik bersih untuk menjaga kebersihan dan kelembapannya.

Ketupat juga bisa disimpan di dalam lemari pendingin agar lebih tahan lama. Saat ingin menyantapnya kembali, ketupat dapat dipanaskan dengan cara dikukus agar teksturnya kembali lembut dan tidak kering.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved