Ragam Contoh

Makna di Balik Sebutan Hari Raya Kurban dan Lebaran Haji pada Idul Adha

Selain dikenal sebagai Hari Raya Kurban, Idul Adha juga disebut Lebaran Haji karena bertepatan dengan puncak pelaksanaan ibadah haji

Tayang:
Kompas.com
JEMAAH HAJI -Keterkaitan waktu ini menjadikan Idul Adha memiliki dua makna sekaligus: sebagai momentum ibadah kurban bagi umat Islam di seluruh dunia, dan sebagai penanda puncak ibadah haji di Makkah. 

Ringkasan Berita:
  • Selain identik dengan suasana kebersamaan, hari besar ini juga dikenal luas karena tradisi penyembelihan hewan kurban yang dilakukan oleh mereka yang mampu. 
  • Oleh sebab itu, masyarakat kerap menyebutnya sebagai Hari Raya Kurban.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Perayaan Idul Adha selalu menjadi salah satu momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia. 

Selain identik dengan suasana kebersamaan, hari besar ini juga dikenal luas karena tradisi penyembelihan hewan kurban yang dilakukan oleh mereka yang mampu. 

Oleh sebab itu, masyarakat kerap menyebutnya sebagai Hari Raya Kurban.

Tak hanya itu, Idul Adha juga populer dengan istilah Lebaran Haji. Sebutan ini muncul karena perayaannya bertepatan dengan puncak pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. 

Pada waktu yang sama, jutaan jemaah haji tengah menunaikan rangkaian ibadah di Mekkah, khususnya saat wukuf di Arafah yang menjadi inti dari ibadah haji.

Adapun istilah Hari Raya Kurban memiliki latar belakang yang kuat dalam ajaran Islam. 

Nama ini merujuk langsung pada ibadah utama yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Zulhijah, yakni penyembelihan hewan ternak seperti sapi, kambing, domba, kerbau, hingga unta. Ibadah ini menjadi simbol ketaatan dan ketakwaan seorang hamba kepada Allah SWT.

Syifa Hadju Santai Hadapi Tuduhan Tiru Alyssa Daguise Usai Ganti Nama Instagram

Asal-usul tradisi kurban sendiri tidak lepas dari kisah penuh hikmah yang melibatkan Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail. 

Dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim menerima perintah melalui mimpi untuk mengorbankan anak yang sangat ia cintai. 

Setelah memastikan bahwa mimpi tersebut merupakan wahyu, ia pun menyampaikan hal itu kepada Nabi Ismail.

Yang mengagumkan, Nabi Ismail justru menerima perintah tersebut dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.

Ia menunjukkan ketaatan luar biasa kepada Allah SWT, meskipun harus menghadapi ujian yang sangat berat.

Namun, ketika perintah itu hendak dilaksanakan, Allah SWT menunjukkan kasih sayang-Nya dengan menggantikan Nabi Ismail dengan seekor hewan sembelihan. 

Peristiwa inilah yang kemudian menjadi dasar disyariatkannya ibadah kurban, sekaligus mengandung pesan mendalam tentang keikhlasan, pengorbanan, dan ketaatan.

Hingga kini, makna tersebut tetap hidup dalam pelaksanaan Idul Adha. Umat Islam tidak hanya menjalankan ritual semata, tetapi juga diingatkan untuk menumbuhkan nilai-nilai pengorbanan dan kepedulian sosial melalui pembagian daging kurban kepada sesama.

Tips Memilih Hewan Qurban Sesuai Syariat, untuk Aqiqah dan Idul Adha

Makna Idul Adha sebagai Lebaran Haji

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved