Kabar Artis

Sempat Menyakiti Diri Sendiri, Alasan Aurelie Moeremans Rilis Buku Broken Strings

Melalui buku itu, Aurelie membuka lembaran perjalanan hidupnya yang penuh luka, sekaligus mengungkap proses panjang

Tayang:
INSTAGRAM
ARTIS- Aurelie Moeremans berharap pengalamannya dapat menjadi pengingat sekaligus kekuatan bagi para penyintas lain bahwa mereka tidak sendirian, dan selalu ada jalan untuk keluar dari relasi yang menyakitkan. 

“Sudah jelas ada sesuatu yang belum selesai di hati aku. Karena jauh di dalam, aku tahu aku sebenarnya enggak pantas dikasarin. Ada sesuatu yang salah,” tambahnya.

Aurelie Moeremans Ungkap Luka Lama Jadi Korban Child Grooming, Apa Artinya?

Mendapat Saran dari Terapis

Saat itu Aurelie mulai menerima saran dari terapisnya. ia akhirnya menulis diary atau buku harian.

"Akhirnya terapisku suruh aku nulis diary aja gitu. Dan pas aku nulis itu aku baru sadar kayak, 'Oh iya, abuser (pelaku) aku zaman dulu.'

Dari kecil tuh aku pengin banget ada di umur aku sekarang 32 karena ya waktu itu abuser aku ada di umur aku sekarang. Kenapa? Karena aku tuh pengin banget bisa mengerti kenapa dia bisa begitu sama aku," ucap Aurelie.

Meskipun harus membuka luka lama, Aurelie tetap menulis. Ia akhirnya bisa melihat semua yang terjadi dari sudut pandang yang berbeda.

"Terus aku berat sih sebenarnya pas nulis karena kayak membuka luka lama. Tapi akhirnya aku bisa melihat semua yang terjadi dari point of view (sudut pandang) yang berbeda," tandasnya.

"Sebenernya pas aku nulis itu kayak 'kok aku dodok banget ya zaman dulu'. Tapi memang waktu aku umur 15 tahun tuh ya karena aku masih kecil, enggak ngerasa dodol. Aku bener-bener enggak ngelihat jalan keluar," tutupnya.

Kini buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans telah mencuri perhatian publik. Sang aktris tanpa ragu menceritakan awal mula dirinya menulis karya tersebut.

Merasa ada yang tidak beres karena sering menyakiti diri sendiri, Aurelie memutuskan untuk menemui hipnoterapis. Dari situ tercetus saran untuk mulai menulis.

Bagi Aurelie, meskipun harus membuka luka lama dalam kisah masa lalunya, ia tetap memutuskan untuk menyelesaikan buku itu. Broken Strings, menurutnya bisa dijadikan sebagai ruang refleksi dan healing dalam memahami serta menerima masa lalu yang penuh trauma. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved