Kabar Artis
Sempat Menyakiti Diri Sendiri, Alasan Aurelie Moeremans Rilis Buku Broken Strings
Melalui buku itu, Aurelie membuka lembaran perjalanan hidupnya yang penuh luka, sekaligus mengungkap proses panjang
Ringkasan Berita:
- Sejak buku Broken Strings dirilis, masa lalu Aurelie Moeremans kembali menjadi sorotan. Berbagai pengalaman kelam yang pernah ia alami pun kembali mencuat dan memantik simpati dari banyak pihak.
- Melalui kanal YouTube pribadinya, Mrs Aurelie, istri dari Tyler Bigenho itu menceritakan awal mula terciptanya buku Broken Strings.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans belakangan ini menjadi perbincangan hangat di tengah publik.
Karya tersebut tidak hanya menarik perhatian karena ditulis oleh seorang aktris ternama, tetapi juga karena memuat kisah personal yang mendalam dan emosional.
Melalui buku itu, Aurelie membuka lembaran perjalanan hidupnya yang penuh luka, sekaligus mengungkap proses panjang yang akhirnya mendorongnya menuangkan cerita tersebut ke dalam tulisan.
Sejak buku Broken Strings dirilis, masa lalu Aurelie Moeremans kembali menjadi sorotan. Berbagai pengalaman kelam yang pernah ia alami pun kembali mencuat dan memantik simpati dari banyak pihak.
Tak sedikit pembaca yang mengaku tersentuh oleh keberanian Aurelie dalam membagikan kisah traumatis yang selama ini ia pendam.
Melalui kanal YouTube pribadinya, Mrs Aurelie, istri dari Tyler Bigenho itu menceritakan awal mula terciptanya buku Broken Strings.
• Roby Tremonti Buka Suara soal Annulment Pernikahan dengan Aurelie Moeremans, Apa Itu?
Ia mengungkap bahwa proses penulisan buku tersebut berawal dari keputusannya untuk menemui seorang hipnoterapis.
Dalam sesi terapi itu, Aurelie akhirnya menceritakan seluruh trauma yang telah ia simpan selama bertahun-tahun.
Aurelie menjelaskan bahwa peristiwa menyakitkan yang ia alami sebenarnya telah terjadi sekitar 16 tahun lalu.
Meski waktu telah berlalu cukup lama, dampak emosional dari kejadian tersebut ternyata masih membekas kuat dalam dirinya.
“Kenapa aku nulis buku ini? Karena awalnya aku ke hipnoterapis dan aku cerita ke dia kalau kejadian ini sudah 16 tahun yang lalu. Tapi traumanya masih ada, traumanya tetap ada,” tutur Aurelie.
Ia pun mengakui bahwa ketika trauma tersebut muncul, dirinya kerap meluapkan emosi dengan cara menyakiti diri sendiri.
Aurelie menyadari bahwa tindakan tersebut menjadi pertanda bahwa ia belum sepenuhnya berdamai dengan masa lalunya.
“Aku cerita ke terapis aku, kalau setiap kali aku sedih, kadang-kadang aku suka mukulin diri sendiri dan aku merasa aku pantas dapat itu,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Aurelie mengatakan bahwa di balik semua itu, ia sebenarnya menyadari ada sesuatu yang belum tuntas di dalam hatinya. Jauh di lubuk hatinya, ia tahu bahwa dirinya tidak layak diperlakukan dengan kekerasan, termasuk oleh dirinya sendiri.
“Sudah jelas ada sesuatu yang belum selesai di hati aku. Karena jauh di dalam, aku tahu aku sebenarnya enggak pantas dikasarin. Ada sesuatu yang salah,” tambahnya.
• Aurelie Moeremans Ungkap Luka Lama Jadi Korban Child Grooming, Apa Artinya?
Mendapat Saran dari Terapis
Saat itu Aurelie mulai menerima saran dari terapisnya. ia akhirnya menulis diary atau buku harian.
"Akhirnya terapisku suruh aku nulis diary aja gitu. Dan pas aku nulis itu aku baru sadar kayak, 'Oh iya, abuser (pelaku) aku zaman dulu.'
Dari kecil tuh aku pengin banget ada di umur aku sekarang 32 karena ya waktu itu abuser aku ada di umur aku sekarang. Kenapa? Karena aku tuh pengin banget bisa mengerti kenapa dia bisa begitu sama aku," ucap Aurelie.
Meskipun harus membuka luka lama, Aurelie tetap menulis. Ia akhirnya bisa melihat semua yang terjadi dari sudut pandang yang berbeda.
"Terus aku berat sih sebenarnya pas nulis karena kayak membuka luka lama. Tapi akhirnya aku bisa melihat semua yang terjadi dari point of view (sudut pandang) yang berbeda," tandasnya.
"Sebenernya pas aku nulis itu kayak 'kok aku dodok banget ya zaman dulu'. Tapi memang waktu aku umur 15 tahun tuh ya karena aku masih kecil, enggak ngerasa dodol. Aku bener-bener enggak ngelihat jalan keluar," tutupnya.
Kini buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans telah mencuri perhatian publik. Sang aktris tanpa ragu menceritakan awal mula dirinya menulis karya tersebut.
Merasa ada yang tidak beres karena sering menyakiti diri sendiri, Aurelie memutuskan untuk menemui hipnoterapis. Dari situ tercetus saran untuk mulai menulis.
Bagi Aurelie, meskipun harus membuka luka lama dalam kisah masa lalunya, ia tetap memutuskan untuk menyelesaikan buku itu. Broken Strings, menurutnya bisa dijadikan sebagai ruang refleksi dan healing dalam memahami serta menerima masa lalu yang penuh trauma. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
Buku Broken Strings
biodata Aurelie Moeremans
Aurelie Moeremans hamil
Aurelie Moeremans
Kisah hidup Aurelie Moeremans
Meaningful
| Profil Adhyaksa Dault, Mantan Menpora yang Jadi Saksi Pernikahan Syifa Hadju dan El Rumi |
|
|---|
| Momen Langka Maia Estianty dan Mulan Jameela Sepanggung di Pernikahan El Rumi Jadi Sorotan |
|
|---|
| Kakak Rizky Nazar Hadiri Pernikahan El Rumi–Syifa Hadju, Ungkap Impian Manis Terwujud |
|
|---|
| Perubahan Wajah Baru Ria Ricis Setelah Operasi Hidung, Kini Tampil Lebih Pede demi Kesehatan |
|
|---|
| Daehoon Murka, Unggahan Safrie Bersama Anak Jadi Pemicu Konflik Baru Pasca Perceraian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Aurelie-Moeremans-berharap-pengalamannya-dapat-menjadi-pengingat-sekaligus.jpg)