Kabar Artis

Aurelie Moeremans Ungkap Luka Lama Jadi Korban Child Grooming, Apa Artinya?

Dalam sebuah pengakuan emosional, Aurelie mengungkap trauma masa lalu ketika dirinya menjadi korban child grooming sejak usia remaja

Tayang:
INSTAGRAM
ARTIS- Aurelie Moeremans berharap pengalamannya dapat menjadi pengingat sekaligus kekuatan bagi para penyintas lain bahwa mereka tidak sendirian, dan selalu ada jalan untuk keluar dari relasi yang menyakitkan. 

Ringkasan Berita:
  • Dalam sebuah pengakuan emosional, Aurelie mengungkap trauma masa lalu ketika dirinya menjadi korban child grooming sejak usia remaja. 
  • Dalam narasi bukunya, Aurelie menyamarkan identitas pelaku dengan nama Bobby, seorang pria yang pertama kali ia temui ketika dirinya masih berusia 15 tahun, sementara sang pria kala itu berumur sekitar 29 hingga 30 tahun.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Aktris Aurelie Moeremans akhirnya membuka kembali lembaran kelam dalam hidupnya yang selama ini tersimpan rapat. 

Dalam sebuah pengakuan emosional, Aurelie mengungkap trauma masa lalu ketika dirinya menjadi korban child grooming sejak usia remaja. 

Child Grooming adalah proses manipulasi yang disengaja dan bertahap yang dilakukan oleh orang dewasa (atau pihak yang lebih berkuasa) untuk mendekati, membangun kepercayaan, dan mengendalikan anak atau remaja, dengan tujuan eksploitasi, terutama eksploitasi seksual, emosional, atau psikologis.

Child grooming bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui rangkaian langkah yang sering kali tampak “normal” di awal, sehingga korban tidak menyadari bahwa dirinya sedang dimanipulasi.

Apa Itu Child Grooming?

Secara sederhana, child grooming adalah upaya sistematis untuk membuat anak merasa aman, tergantung, dan terikat secara emosional, sebelum akhirnya pelaku melakukan penyalahgunaan kekuasaan.

Pelaku biasanya:

Lebih tua

Lebih berpengalaman

Memiliki posisi dominan (emosional, ekonomi, atau sosial)

Korban sering kali merasa dipilih, dipahami, atau disayangi, padahal sebenarnya sedang diarahkan menuju situasi berbahaya.

Inara Rusli Klarifikasi Soal Poligami dan Pernikahan Kedua dengan Insanul Fahmi

Pengalaman Pahit

Pengalaman pahit itu tidak hanya ia ceritakan secara terbuka, tetapi juga dituangkannya ke dalam sebuah buku memoar berjudul Broken String, yang menjadi ruang refleksi sekaligus penyembuhan bagi dirinya.

Buku memoar tersebut disusun dalam 24 bab, yang masing-masing merepresentasikan tahapan penting dalam perjalanan hidup Aurelie saat terjebak dalam relasi manipulatif dan penuh kekerasan. 

Dalam narasi bukunya, Aurelie menyamarkan identitas pelaku dengan nama Bobby, seorang pria yang pertama kali ia temui ketika dirinya masih berusia 15 tahun, sementara sang pria kala itu berumur sekitar 29 hingga 30 tahun.

Seiring berjalannya waktu, hubungan tersebut berkembang ke arah yang semakin mengkhawatirkan. 

Aurelie mengungkap bahwa pada puncaknya, ia pernah dipaksa menandatangani dokumen pernikahan dan menerima ancaman serius ketika usianya menginjak 18 tahun. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved