Breaking News

Ragam Contoh

Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah Rasulullah SAW dan Artinya

waktu berbuka puasa dikenal sebagai salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa.

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
SOA BUKA PUASA- Dengan melafalkan doa berbuka puasa yang sesuai sunnah, seorang Muslim tidak hanya menyempurnakan ibadahnya, tetapi juga memohon keberkahan dalam setiap suapan dan minuman yang dikonsumsi. 
Ringkasan Berita:
  • Mengucapkan doa saat berbuka menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat rezeki dan kekuatan yang diberikan selama menjalani ibadah puasa.
  • Selain itu, waktu berbuka puasa dikenal sebagai salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Pada saat tersebut, doa orang yang berpuasa memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID -  Waktu berbuka puasa merupakan salah satu momen yang paling dinanti oleh umat Islam setelah seharian menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu.

Namun, berbuka bukan sekadar melepas rasa haus dan lapar, melainkan juga saat yang penuh nilai ibadah. Dalam ajaran Islam, umat Muslim dianjurkan untuk membiasakan diri membaca doa berbuka puasa sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Mengucapkan doa saat berbuka menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat rezeki dan kekuatan yang diberikan selama menjalani ibadah puasa.

Tidak hanya itu, doa berbuka puasa juga mengandung keutamaan besar karena termasuk bagian dari sunnah yang diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Mengamalkannya berarti mengikuti tuntunan beliau sekaligus membuka pintu pahala yang berlipat ganda.

Dengan melafalkan doa berbuka puasa yang sesuai sunnah, seorang Muslim tidak hanya menyempurnakan ibadahnya, tetapi juga memohon keberkahan dalam setiap suapan dan minuman yang dikonsumsi.

Hal ini menjadi pengingat bahwa segala nikmat berasal dari Allah SWT dan patut disyukuri dengan hati yang tulus.

Selain itu, waktu berbuka puasa dikenal sebagai salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Pada saat tersebut, doa orang yang berpuasa memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT.

Karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, kesehatan, kelapangan rezeki, serta berbagai kebaikan dunia dan akhirat.

Lantas, bagaimana bacaan doa berbuka puasa yang benar sesuai sunnah Rasulullah SAW? Memahami dan mengamalkan doa ini menjadi langkah sederhana namun penuh makna agar ibadah puasa yang dijalankan semakin sempurna serta dipenuhi keberkahan dari Allah SWT.

Makanan yang Aman Dikonsumsi Penderita GERD dan Asam Lambung Saat Ramadan

Lafaz Doa Buka Puasa sesuai Sunnah

Inilah bacaan Doa buka Puasa sesuai Sunnah .

Dalam teks Latin dan Arab .

Serta artinya:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Latin :

“Dzahabadh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah,"

Artinya:

"Telah hilang rasa hausku dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah,”

Dalam Hadist Riwayat Abu Daud , menurut Ibnu Umar r.a, inilah bacaan buka Puasa yang dibaca Rasulullah SAW ketika buka Puasa .

Selain itu, ada satu pula bacaan Doa Buka Puasa yang populer.

Lafaznya yakni:

- Teks Arab :

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

- Teks Latin :

“Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu,"

- Artinya:

"Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka,"

Lafaz kedua bisa dijumpai dalam banyak Hadist .

Mulai dari Riwayat Abu Daud , At-Tabrani , dan Anas bin Malik .ra .

Hanya saja, sejumlah Ulama mengkritisi satu di antara Sanad dalam Hadist tersebut.

Sehingga Hadist ini dianggap Dhoif atau lemah.

Sehingga tidak dianjurkan.

Namun bukan berarti tidak boleh dan tidak sah.

Sebab Puasa akan dibatalkan jika sudah ada Niat berbuka dalam Hati .

Meskipun tidak dalam Bahasa Arab .

Selain itu, saat Buka Puasa justru kita dianjurkan memperbanyak Doa kepada Allah SWT .

Sebagaimana Hadist berikut :

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Artinya:

“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terdzolimi.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved