Ragam Contoh

Anak Umur 5,5 Tahun Bisa Masuk SD, Pakar Pendidikan Ungkap Risiko Psikis

guru yang belum mendapatkan pelatihan khusus berisiko menerapkan standar pembelajaran anak usia tujuh tahun kepada murid yang baru berusia 5,5 tahun

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
SEKOLAH SD- Menurutnya, kemampuan guru menjadi faktor utama agar proses belajar anak usia dini tidak menimbulkan tekanan psikologis. 

Ringkasan Berita:
  • Pakar pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Malang, Dr Arina Restian, menilai penerapan aturan tersebut harus dibarengi kesiapan tenaga pendidik di sekolah dasar. 
  • Menurutnya, kemampuan guru menjadi faktor utama agar proses belajar anak usia dini tidak menimbulkan tekanan psikologis.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Kebijakan baru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait batas usia masuk Sekolah Dasar (SD) kembali menjadi perhatian publik. 

Aturan tersebut membuka peluang bagi anak berusia minimal 5 tahun 6 bulan per 1 Juli untuk mengikuti pendidikan SD, khusus bagi mereka yang dinilai memiliki kecerdasan maupun bakat istimewa.

Namun, kebijakan itu tidak berlaku secara otomatis untuk semua anak. Orang tua tetap diwajibkan melampirkan rekomendasi kesiapan belajar yang diterbitkan oleh psikolog profesional atau dewan guru dari sekolah tujuan sebagai dasar pertimbangan penerimaan siswa.

Pakar pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Malang, Dr Arina Restian, menilai penerapan aturan tersebut harus dibarengi kesiapan tenaga pendidik di sekolah dasar. 

Menurutnya, kemampuan guru menjadi faktor utama agar proses belajar anak usia dini tidak menimbulkan tekanan psikologis.

Ia menjelaskan, guru yang belum mendapatkan pelatihan khusus berisiko menerapkan standar pembelajaran anak usia tujuh tahun kepada murid yang baru berusia 5,5 tahun.

Tak Ada Tanggapan dari Pihak Bandara, Pembinaan Petugas Avsec di Bandara Supadio Dipertanyakan

Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak buruk terhadap perkembangan mental maupun minat belajar anak.

“Jika guru belum memiliki peningkatan kompetensi melalui pelatihan yang sesuai, maka ada kemungkinan mereka memberikan tuntutan belajar yang belum sejalan dengan tahap perkembangan anak usia 5,5 tahun. Dampaknya bisa serius, mulai dari anak mengalami stres, kehilangan motivasi sekolah, hingga mendapat cap sebagai anak lambat belajar, padahal sebenarnya mereka masih berada dalam fase perkembangan yang wajar,” ujarnya seperti dikutip dari laman resmi UMM, Jumat 29 Mei 2026.

Arina juga menyoroti sistem pendidikan calon guru SD yang selama ini lebih banyak diarahkan untuk menangani peserta didik usia 7 hingga 12 tahun. 

Karena itu, ia mendorong Kemendikdasmen untuk segera menghadirkan pelatihan khusus bagi guru kelas 1 SD agar mampu memahami karakteristik dan kebutuhan belajar anak usia dini.

Menurutnya, pendekatan pembelajaran di kelas juga harus diubah apabila sekolah menerima murid dengan usia lebih muda. 

Ia menekankan bahwa lingkungan belajar tidak boleh terlalu akademis dan harus tetap memberi ruang bermain bagi anak.

Lansia di Landak Hilang Saat Pasang Pukat, BPBD Kerahkan Perahu Karet Lengkap Cuaca 10 Hari

Beberapa langkah yang disarankan antara lain menghadirkan kelas transisi di tingkat awal SD dengan suasana yang lebih ramah anak, menyediakan area bermain edukatif di ruang kelas, hingga menerapkan asesmen awal selama masa orientasi sekolah untuk mengetahui kebutuhan dan kemampuan masing-masing siswa.

Selain itu, komunikasi antara sekolah dan orang tua juga dinilai perlu diperkuat. Hal tersebut penting agar ekspektasi akademik terhadap anak tetap realistis dan sesuai dengan tahapan perkembangan usianya.

Arina menambahkan, keberhasilan kebijakan ini tidak hanya ditentukan oleh aturan usia semata, tetapi juga kesiapan ekosistem pendidikan secara menyeluruh, mulai dari guru, metode belajar, hingga dukungan keluarga di rumah.

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved