Ragam Contoh

Dokter Hewan IPB Ungkap Cara Tepat Hilangkan Bau Perengus Daging Kambing

teknik pengolahan yang tepat akan membuat cita rasa daging kambing menjadi lebih lezat tanpa aroma menyengat berlebihan.

Tayang:
Dok. Kompas.com
DAGING KAMBING- Supratikno menyarankan masyarakat untuk tidak memasak daging bersamaan dengan jeroan maupun lemak apabila ingin mendapatkan hasil olahan yang minim bau perengus. 

Ringkasan Berita:
  • Dokter hewan dari IPB University, Dr. drh. Supratikno, M.Si, PAVet menjelaskan bahwa bau perengus sebenarnya tidak bisa dihilangkan sepenuhnya. 
  • Namun, aroma tersebut dapat dikurangi secara signifikan apabila penanganan kambing dilakukan dengan benar sejak proses penyembelihan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Aroma perengus pada daging kambing masih menjadi keluhan sebagian masyarakat setiap momen Iduladha tiba. 

Bau khas yang cukup menyengat sering membuat orang enggan mengonsumsi olahan kambing, meski daging tersebut menjadi salah satu menu favorit saat hari raya kurban.

Dokter hewan dari IPB University, Dr. drh. Supratikno, M.Si, PAVet menjelaskan bahwa bau perengus sebenarnya tidak bisa dihilangkan sepenuhnya. 

Namun, aroma tersebut dapat dikurangi secara signifikan apabila penanganan kambing dilakukan dengan benar sejak proses penyembelihan.

“Kambing untuk tidak perengus tidak mungkin, pasti masih ada bau perengusnya. Usaha kita adalah mengurangi supaya tidak terlalu perengus,” ujar Supratikno dalam keterangannya pada 10 Juni 2024, dikutip dari Antara.

Ia pun membagikan sejumlah langkah penting yang dinilai efektif untuk mengurangi aroma menyengat pada daging kambing kurban.

Anak Umur 5,5 Tahun Bisa Masuk SD, Pakar Pendidikan Ungkap Risiko Psikis

1. Kambing Harus Segera Dikuliti Setelah Disembelih

Menurut Supratikno, proses pengulitan yang dilakukan sesegera mungkin menjadi salah satu kunci utama agar aroma perengus tidak terlalu kuat menempel pada daging.

Biasanya, kambing atau domba digantung dalam posisi terbalik agar proses pengulitan lebih mudah dan cepat dilakukan. 

Ia menjelaskan tahapan awal biasanya dimulai dari membuka bagian kaki belakang dan area ekor menggunakan pisau.

Setelah itu, pengulitan dilanjutkan ke bagian perut hingga dada. Pada beberapa bagian tertentu, terutama yang menempel pada lemak, proses pemisahan kulit memerlukan bantuan pisau agar lebih bersih dan rapi.

2. Pisahkan Daging dan Jeroan Secepat Mungkin

Selain pengulitan, kebersihan selama proses pemotongan juga sangat menentukan kualitas aroma daging kambing.

Supratikno mengingatkan agar tangan yang memegang kulit tidak langsung menyentuh daging karena aroma khas dari kulit dapat berpindah dan membuat bau perengus semakin kuat.

Ia juga menekankan pentingnya proses pengeluaran jeroan dilakukan secara hati-hati. Organ seperti kandung kemih tidak boleh pecah karena bisa mencemari daging dan memengaruhi aroma maupun kebersihannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved