Ragam Contoh

Amalan Penting yang Dianjurkan Rasulullah Saat Menjelang Bulan Suci Ramadhan

Salah satu persiapan paling utama dan bersifat wajib adalah melunasi utang puasa Ramadhan sebelumnya.

Tayang:
INSTAGRAM
RAMADHAN- Dalam buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan karya Abu Maryam Kautsar Amru, dijelaskan sejumlah amalan yang sebaiknya dilakukan sebagai bekal menyambut bulan penuh rahmat tersebut. 
Ringkasan Berita:
  • Ramadhan merupakan bulan suci yang sarat dengan kemuliaan, keberkahan, dan ampunan. 
  • Dalam buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan karya Abu Maryam Kautsar Amru, dijelaskan sejumlah amalan yang sebaiknya dilakukan sebagai bekal menyambut bulan penuh rahmat tersebut.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Ramadhan merupakan bulan suci yang sarat dengan kemuliaan, keberkahan, dan ampunan. 

Pada bulan inilah umat Muslim mendapatkan kesempatan besar untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas iman, serta memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.

Setiap amal ibadah yang dilakukan selama Ramadhan memiliki nilai pahala yang dilipatgandakan, sehingga menjadi kerugian besar apabila bulan istimewa ini dilewati tanpa persiapan yang matang.

Oleh karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk mempersiapkan diri jauh sebelum Ramadhan tiba, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.

Dalam buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan karya Abu Maryam Kautsar Amru, dijelaskan sejumlah amalan yang sebaiknya dilakukan sebagai bekal menyambut bulan penuh rahmat tersebut.

Penjelasan Medis, Benarkah Telapak Tangan Berkeringat Tanda Penyakit Jantung?

Berikut beberapa amalan penting yang dianjurkan sebelum memasuki bulan Ramadhan.

1. Menunaikan Utang Puasa

Salah satu persiapan paling utama dan bersifat wajib adalah melunasi utang puasa Ramadhan sebelumnya. Hal ini khususnya berlaku bagi mereka yang memiliki uzur syar’i, seperti kaum perempuan yang tidak berpuasa karena haid, nifas, atau kondisi tertentu lainnya.

Utang puasa Ramadhan dapat diganti di luar bulan Ramadhan hingga sebelum masuk bulan berikutnya, dengan batas akhir di bulan Syaban.

Oleh sebab itu, sangat dianjurkan untuk segera menunaikan kewajiban ini sebelum Syaban berakhir agar ibadah puasa Ramadhan dapat dijalani dengan hati yang tenang dan bebas dari tanggungan.

2. Memperbanyak Puasa Sunah di Bulan Syaban

Bulan Syaban dikenal sebagai waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunah. Sebulan sebelum Ramadhan, Rasulullah SAW tercatat sering melakukan puasa di bulan ini sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadhan.

Dalam kitab Waktu-waktu Penuh Berkah: Khazanah Islam Klasik karya Imam Baihaqi, disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW hampir berpuasa penuh sepanjang bulan Syaban. Hal ini juga dikuatkan oleh riwayat Abu Salamah RA yang menanyakan kebiasaan puasa Rasulullah SAW kepada Aisyah RA.

Aisyah RA menjelaskan bahwa Rasulullah SAW terkadang berpuasa terus-menerus hingga para sahabat mengira beliau tidak akan berbuka, dan di waktu lain beliau berbuka hingga disangka tidak berpuasa. Namun, beliau menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW berpuasa hampir sepanjang bulan Syaban. (HR. Muslim, Nasa’i, dan Ahmad).

Imam Syafi’i kemudian menjelaskan bahwa puasa hampir sebulan penuh di bulan Syaban berarti Rasulullah SAW hanya meninggalkan puasa di beberapa hari saja. Kebiasaan ini menjadi teladan bagi umat Islam untuk melatih diri sebelum memasuki ibadah puasa Ramadhan.

3. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an

Amalan lain yang sangat dianjurkan menjelang Ramadhan adalah memperbanyak membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Bulan Syaban sering dijadikan momentum oleh para salafus saleh untuk lebih fokus berinteraksi dengan Al-Qur’an sebagai persiapan menyambut Ramadhan.

Dalam kitab Lathoiful Ma’arif karya Ibnu Rajab Al-Hanbali, disebutkan bahwa Amru bin Qais Al-Mula’i ketika memasuki bulan Syaban memilih menutup tokonya dan mengalokasikan waktunya secara khusus untuk membaca Al-Qur’an. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya membangun kedekatan dengan Al-Qur’an sebelum Ramadhan tiba.

Dengan membiasakan membaca Al-Qur’an sejak sebelum Ramadhan, diharapkan umat Muslim dapat lebih konsisten dan khusyuk dalam menghidupkan bulan suci tersebut dengan tilawah, tadabbur, dan pengamalan isi Al-Qur’an.

4. Membekali Diri dengan Ilmu-ilmu tentang Puasa Ramadhan

Menjelang Ramadhan, umat Islam dapat membekali dirinya dengan ilmu-ilmu yang berkaitan tentang puasa Ramadhan. Beberapa di antaranya adalah masalah hukum, tata cara, dan berbagai aturan syariat yang berkaitan dengan puasa.

Selain itu, dapat pula mempelajari tentang keutamaan-keutamaan di bulan Ramadhan dan cara untuk mendapatkannya sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW.

5. Berdoa agar Dipertemukan dengan Bulan Ramadhan

Amalan lainnya adalah memperbanyak doa agar dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan. Disebutkan dalam buku ini, diriwayatkan oleh sebagian ulama salaf, mereka berdoa kepada Allah SWT selama enam bulan menjelang Ramadan dan lima bulan setelahnya agar amalannya diterima.

Berdoa ini juga menjadi salah satu bentuk pengharapan seorang hamba agar dapat berjumpa dengan bulan penuh keberkahan supaya bisa banyak beramal di bulan tersebut.

6. Menata Niat

Umat Islam juga dapat mempersiapkan niat dan kondisi hati dengan bergembira menyambut datangnya Ramadhan. Ini merupakan konsekuensi yang logis apabila telah mengetahui kemuliaan dan berlimpahnya ampunan Allah pada bulan suci ini.

7. Melakukan Rukyatul Hilal jika Mampu dan Memiliki Ilmunya

Hal lain yang dapat dilakukan adalah melihat hilal untuk memastikan masuknya bulan Ramadhan, khususnya bagi orang yang mampu dan memiliki ilmunya.

Pengamatan hilal dapat dilakukan pada sore hari tanggal 29 Syaban sampai matahari terbenam dengan sempurna. Apabila hilal belum terlihat, maka jumlah hari bulan Syaban digenapkan menjadi 30.

Selain ketujuh amalan di atas, di sejumlah tempat, umat Islam akan mengunjungi makam sebelum Ramadhan yang biasa disebut ziarah kubur. Ziarah kubur ini dilakukan sebagai pengingat akan kematian dan meningkatkan rasa zuhud.

BSU Rp600 Ribu Cair Januari 2026, Ini Penjelasan dan Keterangan Terbaru

Doa Saat Sudah Dekat Ramadhan

Saat-saat telah dekat Ramadhan, doa yang dibacakan adalah yang terkhusus meminta keselamatan diri, kesehatan badan, agar bisa beribadah di bulan Ramadan.

Demikian pula, doa agar Ramadhan tetap mulus, tidak dikotori oleh kelakuan kita sebagai manusia.

Doa ini diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, sebagaimana sanad riwayat dari Ubadah bin Shamit. Berikut doanya.

أللهمَّ سَلِّمْنِي مِنْ رَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا

Arab-latin: "Allahumma salimnî min ramadlâna wa sallim ramadlâna lî wa tasallamhu minnî mutaqabbalan"

Artinya: "Ya Allah, sampaikan aku (dengan selamat menuju bulan) Ramadhan. Sampaikanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah (amal-amal)ku (di bulan) Ramadhan."

Doa Saat Masuk ke Ramadhan

اللهم أَدْخِلْهُ عَلينا بِالأمْنِ وَالإيمان وَالسَّلامَةِ وَالإسْلام وَرِضْوَانٍ مِّنَ الرَّحْمن وِجوارٍ مِّنَ الشَّيْطان

Arab-latin: "Allahumma adkhilhu 'alayna bil amni wal iman, was salamati wal islam, wa ridwanim minar Rahman, wa jiwarim minash shaytan."

Artinya: "Ya Allah, hadirkanlah (Ramadhan) kepada kami dengan membawa keamanan, iman, keselamatan, kesenangan, dan perlindungan-Mu dari setan."

Itu dia 7 amalan yang bisa dilakukan menjelang bulan Ramadhan 2024. Semoga Allah SWT senantiasa memudahkan kita melakukan amal saleh agar mendapatkan keberkahan-Nya.

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved