Hanta Virus

Dinkes Ketapang Ingatkan Warga Waspada Virus Hanta, Satu Kasus Dilaporkan di Kalbar

Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi risiko kontak dengan tikus

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
VIRUS HANTA- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, dr. Feria Kowira saat di temui Tribun Pontianak di ruang kerjanya, Kantor Dinas Kesehatan Ketapang, 14 April 2026 lalu. Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Virus Hanta dengan menjaga kebersihan lingkungan dan meminimalkan kontak dengan tikus maupun area yang berpotensi terkontaminasi. 
Ringkasan Berita:
  • Dalam informasi yang dipublikasikan melalui media sosial resmi Kemenkes RI, tercatat terdapat 23 kasus terkonfirmasi di Indonesia, termasuk satu kasus dari Kalimantan Barat.
  • Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, dr. Feria Kowira, mengatakan penularan Hantavirus dapat terjadi melalui partikel dari kotoran maupun cairan tubuh tikus yang terhirup manusia.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Masyarakat Kabupaten Ketapang diminta lebih waspada terhadap potensi penyebaran Virus Hanta yang belakangan mulai menjadi perhatian dunia kesehatan internasional.
 
Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi risiko kontak dengan tikus yang menjadi media penyebaran virus tersebut.
 
Peringatan itu disampaikan setelah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merilis perkembangan kasus Virus Hanta di Indonesia. 
 
Dalam informasi yang dipublikasikan melalui media sosial resmi Kemenkes RI, tercatat terdapat 23 kasus terkonfirmasi di Indonesia, termasuk satu kasus dari Kalimantan Barat.
 
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, dr. Feria Kowira, mengatakan penularan Hantavirus dapat terjadi melalui partikel dari kotoran maupun cairan tubuh tikus yang terhirup manusia.
 
 "Virus Hanta dapat menular melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang mengering lalu terhirup manusia. Karena itu masyarakat harus rutin menjaga kebersihan rumah, termasuk gudang maupun plafon rumah yang jarang dibersihkan," ujar dr. Feria saat dikonfirmasi Tribunpontianak.co.id, Senin 11 Mei 2026. 

Heboh Hanta Virus! Kenali Potensi dan Gejalanya, Penularan Antarmanusia Jarang Terjadi

 Ia menjelaskan, langkah pencegahan paling efektif dilakukan dengan menciptakan lingkungan yang bersih sehingga tidak menjadi tempat berkembang biaknya tikus.
 
 Menurutnya, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) perlu diperkuat, terutama dalam menjaga sanitasi rumah dan area penyimpanan bahan makanan.
 
 "Pastikan makanan disimpan dalam wadah tertutup rapat. Lingkungan rumah juga harus bebas dari tumpukan barang atau sampah yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya tikus," tambahnya.
 
 Selain itu, masyarakat diminta berhati-hati saat membersihkan area yang lama tidak digunakan seperti loteng, gudang, maupun plafon rumah karena berpotensi terkontaminasi.
 
 "Gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berpotensi tercemar. Sebaiknya area berdebu disemprot cairan disinfektan terlebih dahulu sebelum disapu agar partikel virus tidak beterbangan di udara," jelasnya.
 
 Dinkes Ketapang juga meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, mual, hingga gangguan pernapasan setelah berada di lingkungan yang banyak terdapat tikus.
 
 Secara medis, Virus Hanta diketahui dapat memicu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru serta Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal dan pembuluh darah.
 
 Ia menegaskan, pengawasan dan pemantauan terhadap potensi penyebaran Virus Hanta akan terus dilakukan, terutama di daerah yang dinilai memiliki risiko tinggi akibat populasi tikus yang cukup banyak. 
 
 Namun demikian, upaya pencegahan dinilai tidak akan maksimal tanpa keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sehari-hari.
 
 "Kami di Dinas Kesehatan akan terus melakukan surveilans aktif, terutama di wilayah dengan populasi tikus yang tinggi. Namun, peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan tetap menjadi benteng pertahanan pertama yang paling efektif," pungkas dr. Feria. 

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved