Ragam Contoh

China Jadi Magnet Baru Mahasiswa Internasional 2026, Program STEM Paling Diminati

Ketertarikan mahasiswa global untuk kuliah di China menunjukkan tren peningkatan yang konsisten

INSTAGRAM
PENDIDIKAN- Dalam hal pilihan jurusan, bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) menjadi sektor yang paling diminati. Sekitar 28 persen mahasiswa tingkat gelar memilih program studi seperti teknik, teknologi terapan, hingga ilmu komputer.  

Seorang peneliti pendidikan tinggi dari Tsinghua University, Wen Wen, menegaskan bahwa peningkatan jumlah mahasiswa asing ini bukanlah fenomena yang terjadi secara tiba-tiba.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut merupakan hasil dari kebijakan jangka panjang yang terencana dengan baik, khususnya dalam mengintegrasikan pendidikan dengan strategi geopolitik dan ekonomi global.

Dengan kombinasi biaya pendidikan yang relatif terjangkau, kualitas akademik yang terus meningkat, serta dukungan kebijakan internasional yang kuat, China diprediksi akan terus menjadi salah satu destinasi utama bagi mahasiswa internasional dalam beberapa tahun ke depan.

"Ada pergeseran strategis dalam asal-usul mahasiswa, dengan pertumbuhan signifikan dari Afrika dan negara-negara Belt and Road, yang selaras dengan penjangkauan diplomatik dan ekonomi China yang lebih luas," ungkap Wen Wen, dikutip dari laman Times Higher Education.

Di sisi lain, ketegangan dengan negara Barat mengakibatkan penurunan drastis jumlah mahasiswa dari Amerika Serikat, dari angka 11.000 menjadi kurang dari 1.000 orang. Hal ini mempertegas adanya polarisasi dalam pilihan destinasi studi global saat ini.

Disdikbud Pontianak Ungkap SPMB 2026 SD dan SMP Negeri Dilakukan Secara Daring

Keunggulan Kuliah di China: Biaya Terjangkau dan Riset Berkualitas

Mengapa China menjadi primadona baru untuk gelar STEM? Salah satu alasan utamanya adalah transformasi citra pendidikan China yang kini lebih mengedepankan kapabilitas industri daripada sekadar pertukaran budaya.

Manajer Cabang China di konsultan Bonard, Graze Zhu, memberikan pandangannya terkait daya tarik jurusan teknik di sana.

"Ada pergeseran dari fokus masa lalu pada bahasa dan budaya ke kenyataan baru di mana kemampuan industri yang kuat telah secara langsung bertransformasi menjadi keunggulan kompetitif inti dalam daya tarik pendidikan," jelas Graze Zhu.

Senada dengan hal tersebut, Richard Coward selaku CEO Global Admissions menambahkan bahwa faktor biaya dan kualitas sumber daya menjadi kombinasi yang sulit ditolak

"Kursus STEM di China menarik karena biaya kuliah yang terjangkau, permintaan dari seluruh dunia, serta kualitas dan sumber daya yang tinggi di China," tambah Coward.

Ambisi Menjadi Hub Pendidikan Global dan Pengakuan UNESCO
Meski angka 380.000 ini sudah cukup besar, para analis memprediksi butuh waktu sekitar empat tahun lagi bagi China untuk benar-benar kembali ke level puncaknya sebelum pandemi (492.000 mahasiswa). Untuk mencapai itu, China terus berbenah dengan meningkatkan standar kualitas input mahasiswa.

Wen Wen kembali menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang lebih inklusif agar mahasiswa asing merasa betah.

"Secara keseluruhan, China harus menanamkan lingkungan yang lebih internasional yang menumbuhkan lingkungan yang lebih terbuka, layak huni, dan bersemangat secara budaya bagi semua orang," tegasnya.

Pemerintah China pun mulai melirik penyederhanaan visa dan aturan kerja paruh waktu bagi mahasiswa internasional demi meningkatkan student experience di sana.

Daftar Kampus Populer dan Munculnya Hub Pendidikan Baru

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved