Ragam Contoh

China Jadi Magnet Baru Mahasiswa Internasional 2026, Program STEM Paling Diminati

Ketertarikan mahasiswa global untuk kuliah di China menunjukkan tren peningkatan yang konsisten

INSTAGRAM
PENDIDIKAN- Dalam hal pilihan jurusan, bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) menjadi sektor yang paling diminati. Sekitar 28 persen mahasiswa tingkat gelar memilih program studi seperti teknik, teknologi terapan, hingga ilmu komputer.  

Ringkasan Berita:
  • Mayoritas mahasiswa internasional berasal dari Asia, diikuti oleh Afrika, yang menunjukkan adanya pergeseran arah diplomasi pendidikan global. 
  • Strategi ini dinilai efektif dalam memperluas pengaruh sekaligus memperkuat kerja sama internasional di sektor pendidikan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Keinginan untuk melanjutkan studi ke luar negeri terus meningkat di kalangan mahasiswa global, termasuk dari Indonesia. 

Memasuki tahun 2026, peta tujuan pendidikan internasional mengalami pergeseran yang cukup signifikan. 

Jika sebelumnya negara-negara Barat mendominasi, kini kawasan Asia mulai tampil sebagai pusat baru pendidikan tinggi dunia dengan daya tarik yang semakin kuat.

Salah satu negara yang kini menjadi destinasi favorit mahasiswa internasional adalah China.

Berdasarkan laporan dari Times Higher Education, tercatat sekitar 380.000 pelajar asing yang berasal dari 191 negara dan wilayah saat ini sedang menempuh pendidikan di berbagai universitas di negara tersebut.

Ketertarikan mahasiswa global untuk kuliah di China menunjukkan tren peningkatan yang konsisten, khususnya pada tahun akademik 2024–2025.

Lonjakan ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan didorong oleh strategi diplomasi pendidikan melalui program Belt and Road Initiative. 

Lonjakan Kasus Kanker Perempuan di Indonesia 2021–2025 Meningkat, Ini Resikonya

Inisiatif tersebut berhasil membuka akses luas bagi mahasiswa, terutama dari kawasan Asia dan Afrika, untuk melanjutkan studi di kampus-kampus unggulan di Negeri Tirai Bambu.

Dalam hal pilihan jurusan, bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) menjadi sektor yang paling diminati. Sekitar 28 persen mahasiswa tingkat gelar memilih program studi seperti teknik, teknologi terapan, hingga ilmu komputer. 

Hal ini menunjukkan bahwa China semakin diakui sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan fasilitas riset yang kompetitif di tingkat global.

Meski mengalami peningkatan signifikan, para pengamat menilai bahwa China masih membutuhkan waktu untuk kembali mencapai jumlah mahasiswa internasional tertinggi seperti sebelum pandemi pada tahun 2018. 

Namun demikian, dominasi pelajar dari kawasan Asia yang mencapai 61 persen dan Afrika sebesar 16 persen semakin mengukuhkan posisi China sebagai pusat pendidikan baru dunia.

Fenomena ini juga mencerminkan pengaruh geopolitik China yang kian menguat, terutama di negara-negara berkembang. 

Mayoritas mahasiswa internasional berasal dari Asia, diikuti oleh Afrika, yang menunjukkan adanya pergeseran arah diplomasi pendidikan global. 

Strategi ini dinilai efektif dalam memperluas pengaruh sekaligus memperkuat kerja sama internasional di sektor pendidikan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved