Berita Viral

Nenek Sulasmi Tak Pernah Dapat Bansos, Hidup Sebatang Kara di Rumah Penuh Sampah

Kisah nenek Sulasmi di Jombang yang hidup sebatang kara tanpa bansos. Rumah penuh sampah, tanah sewa, tapi tak pernah terdata.

KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍ via Tribun Jatim
TAK DAPAT BANSOS - Kisah nenek Sulasmi di Jombang yang hidup sebatang kara tanpa bansos. Rumah penuh sampah, tanah sewa, tapi tak pernah terdata. Simak cerita pilunya di sini. 

Bantuan Hanya dari Warga Sekitar

Tidak pernah mendapat bansos membuat Sulasmi harus bertahan dengan uluran tangan tetangga. 

Sesekali kepala desa atau perangkat desa memberi bantuan sembako. 

Namun, bantuan itu sifatnya pribadi, bukan program pemerintah.

“Bantuan pemerintah tidak pernah dapat. Yang sering ngasih ya Pak Lurah atau tetangga, tapi bukan dari pemerintah,” kata Sulasmi lirih.

Kondisi ini menimbulkan keprihatinan masyarakat sekitar. 

Mereka sering patungan untuk sekadar meringankan beban hidup sang nenek.

Mengapa Banyak Warga Miskin Tak Tercatat di Data Bansos?

Kisah Sulasmi bukan kasus tunggal. Masalah akurasi data penerima bansos sudah lama menjadi sorotan. 

Sistem pendataan sosial nasional memang mengandalkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). 

Namun, kerap kali data di lapangan berbeda dengan realita.

Beberapa penyebab warga miskin tak masuk data bansos:

  1. Kesalahan klasifikasi data: Rumah tangga miskin sering terdeteksi sebagai lebih sejahtera karena variabel tertentu, misalnya kepemilikan lahan atau bantuan keluarga.
  2. Pendataan tidak diperbarui: Banyak data penerima bansos yang tidak update, sementara kondisi ekonomi warga bisa berubah drastis.
  3. Kuota terbatas: Program bansos memiliki keterbatasan kuota sehingga tidak semua warga miskin bisa masuk daftar.
  4. Sistem digital belum sempurna: Proses digitalisasi data terkadang tidak bisa menangkap nuansa kehidupan masyarakat kecil.

Pentingnya Perbaikan Sistem Bansos

Kisah nenek Sulasmi mengajarkan kita bahwa bansos bukan sekadar angka di sistem, tapi menyangkut kehidupan nyata manusia. 

Ketika seorang lansia hidup sebatang kara tanpa penghasilan tetap, seharusnya itu menjadi prioritas utama pemerintah.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved