Erupsi Gunung Semeru

Gunung Semeru Keluarkan Material Vulkanik, Warga Zona Merah Diminta Relokasi

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, erupsi berlangsung selama 7 menit 23 detik....

Editor: Dhita Mutiasari
Kolase / Kompas.com
ERUPSI GUNUNG - Visual erupsi Gunung Semeru berupa luncuran awan panas sejauh 4,5 kilometer, Selasa (7/4/2026). Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur kembali erupsi dengan meluncurkan awan panas guguran sejauh 4,5 kilometer (km) dari kawah pada Selasa 7 April 2026 petang. 

Ringkasan Berita:
  • Erupsi Gunung Semeru terjadi pada Selasa, 7 April 2026, dengan awan panas guguran sejauh 4,5 km mengarah ke Besuk Kobokan. Letusan berlangsung 7 menit 23 detik, disertai asap setinggi 2.000 meter. 
  • Tidak ada korban jiwa akibat erupsi, namun material vulkanik menumpuk di lereng gunung.
  • Hujan deras menyebabkan banjir lahar, merusak rumah dan musala di Dusun Kebondeli Selatan, Desa Sumberwuluh, Lumajang, serta jebolnya tanggul sepanjang 50 meter. 
  • Sekitar 30 kepala keluarga berada dalam ancaman.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID -- Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur kembali erupsi dengan meluncurkan awan panas guguran sejauh 4,5 kilometer (km) dari kawah pada Selasa 7 April 2026 petang.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, erupsi berlangsung selama 7 menit 23 detik, dengan amplitudo maksimal 27 milimeter.

Erupsi juga disertai dengan letusan asap setinggi 2.000 meter di atas puncak kawah Gunung Semeru.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan bahwa awan panas mulai terekam pukul 17.30 WIB.

"Terjadi APG tapi jarak luncur 4,5 kilometer mengarah ke Besuk Kobokan," kata Isnugroho Selasa.

Isnugoroho mengungkapkan, luncuran awan panas terpantau sudah berhenti pada pukul 19.00 WIB.

Prakiraan Cuaca Kalbar 9 April 2026: Mayoritas Hujan, BMKG Keluarkan Peringatan

Dikatakannya tidak ada dampak yang terjadi akibat luncuran awan panas yang terjadi. Namun, luncuran awan panas menyebabkan tumpukan material di lereng Gunung Semeru semakin banyak.

Imbasnya, apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, material berupa pasir dan batu tersebut akan terbawa oleh banjir lahar hujan Gunung Semeru.

"Saat ini di Gunung Semeru kerap terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi," ujar Isnugoroho.

"Kalau kita lengah, bahaya dari banjir lahar bisa membahayakan warga di sekitar aliran sungai yang berhulu ke Gunung Semeru," katanya lagi.

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengimbau warga untuk tetap tenang sambil memantau perkembangan informasi dari Pos Pantau Gunung Api Semeru.

"Jarak luncurnya masih pada radius aman, warga sudah tahu harus apa, harapannya tidak ada hujan deras sehingga memicu banjir lahar," kata Indah.

Rumah dan Musala Ambles

Sebuah rumah dan bangunan musala di Dusun Kebondeli Selatan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ambles akibat banjir lahar hujan Gunung Semeru, Selasa 7 April 2026.

Peristiwa tersebut terjadi setelah tanggul Sungai Regoyo rusak diterjang banjir lahar.

“Kawasan ini sudah sangat terancam, tolong kepada pejabat untuk segera ditindaklanjuti. Selama ini sudah beberapa kali dikunjungi, tapi tidak ada hasilnya,” ujar warga setempat, Harun, Selasa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved