Program MBG

Viral Kasus Telur Mentah di Program MBG, BGN Lebak Lakukan Evaluasi

Belum lama ini SMAN 1 Cigemblong, Kabupaten Lebak, Banten, mengungkap bahwa menu makanannya berupa telur mentah.

Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
PROGRAM MBG- viral di media sosial Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Cigemblong menjadi sorotan setelah menyajikan menu MBG berupa telur mentah kepada siswa SMA Negeri 1 Cigemblong, Kabupaten Lebak, Banten Jumat 23 Januari 2026 lalu. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Amanah Permas Agung selaku penyedia makanan memberikan klarifikasi terkait insiden tersebut. 
Ringkasan Berita:
  • Program Makan Bergizi (MBG) kembali menuai sorotan setelah beredar video yang menunjukkan siswa SMAN 1 Cigemblong, Kabupaten Lebak, Banten menerima makanan tidak layak konsumsi berupa telur dan jagung mentah pada Jumat, 23 Januari 2026.
  • Pihak sekolah membenarkan kejadian tersebut. Wakil Kepala Sekolah sekaligus Humas, Pepi Habibi, menyebut sekitar 100 dari 227 porsi bermasalah. 
  • Telur diketahui masih mentah dan berbau amis setelah dibuka siswa di kelas. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID -  Program Makan Bergizi (MBG) kembali menjadi sorotan publik.

Belum lama ini SMAN 1 Cigemblong, Kabupaten Lebak, Banten, mengungkap bahwa menu makanannya berupa telur mentah.

Sebelumnya viral di media sosial Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Cigemblong menjadi sorotan setelah menyajikan menu MBG berupa telur mentah kepada siswa SMA Negeri 1 Cigemblong, Kabupaten Lebak, Banten Jumat 23 Januari 2026 lalu.

Video berdurasi sekitar 33 detik itu menyebar luas dan memicu kekhawatiran publik soal kualitas serta pengawasan program nasional tersebut.

Di dalam rekaman video yang beredar, seorang guru mempertanyakan kelayakan menu yang diterima siswa karena sekolah tidak memiliki fasilitas untuk mengolah kembali makanan. 

Video yang beredar sejak Jumat 23 Januari 2026 itu memperlihatkan paket makanan MBG yang diterima siswa dalam kondisi tidak layak konsumsi, dengan telur dan jagung masih mentah.

Anak Belum Terdaftar Sistem Kenegaraan dan Putus Sekolah Tetap Dapat MBG dari BGN

Dalam rekaman berdurasi sekitar 33 detik tersebut, seorang guru mempertanyakan kelayakan makanan karena sekolah tidak memiliki fasilitas memasak.

“Makanan MBG di SMA 1 Cigemblong kondisinya tidak layak. Telurnya masih mentah, jagungnya juga mentah. Masa siswa harus memasak sendiri? Di sekolah dari mana kompor untuk memasak?," ujar seorang guru dalam rekaman video yang beredar.

Saat dikonfirmasi, pihak sekolah membenarkan kejadian tersebut. Wakil Kepala Sekolah sekaligus Humas SMA Negeri 1 Cigemblong, Pepi Habibi, mengatakan kondisi telur mentah baru diketahui setelah makanan dibagikan ke kelas dan dibuka oleh siswa.

“Begitu dipecahkan, telurnya masih mentah dan berbau amis. Sekitar 100 porsi bermasalah dari total 227 siswa penerima MBG hari itu,” kata Pepi Minggu 25 Januari 2026.

Pepi menambahkan, insiden tersebut bukan kali pertama terjadi sejak pelaksanaan program MBG di sekolahnya pada Januari 2026.

Pihak sekolah mencatat sedikitnya tiga kejadian makanan yang dinilai tidak layak konsumsi.

“Pertama, tanggal 12 Januari ditemukan belatung pada sayuran. Kedua, buah melon yang dibagikan sudah berlendir. Ketiga, telur mentah kemarin. Ini kejadian berulang,” ujarnya.

Menurut Pepi, pihak sekolah telah beberapa kali menyampaikan keberatan dan peringatan kepada penyedia makanan. Namun, permasalahan serupa masih kembali terjadi.

“Yang kami khawatirkan adalah keselamatan siswa. Kalau sampai terjadi keracunan, siapa yang bertanggung jawab?,” ujar dia.

Klarifikasi Penyedia Makanan

Sementara itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Amanah Permas Agung selaku penyedia makanan memberikan klarifikasi terkait insiden tersebut. Kepala Dapur SPPG, Rasudin, menyebut kejadian telur mentah terjadi akibat kelalaian dalam proses pengambilan dan pengemasan makanan.

“Telur mentah posisinya berdekatan dengan telur yang sudah matang. Saat dipindahkan dari area pengolahan ke tempat persiapan dan pengemasan, telur tersebut sempat tercampur,” ujar Rasudin dalam rekaman video yang dikirimkan.

Ia menjelaskan, berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), telur mentah terbawa bersama telur matang dalam satu wadah.

Pada saat kejadian, petugas memasak tidak berada di lokasi sehingga relawan mengira telur tersebut sudah matang.

“Jumlah telur yang tertukar sekitar 15 kilogram. Ini bukan unsur kesengajaan, melainkan kelalaian dalam proses kerja,” katanya.

Evaluasi Badan Gizi Nasional

Terkait temuan sebelumnya, Rasudin membenarkan adanya beberapa insiden pada bahan makanan lain.

Namun, ia menyebut setiap kejadian memiliki penyebab berbeda dan berkaitan dengan proses penyesuaian operasional dapur yang masih tahap awal.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak, Asep Royani, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan telah dilakukan tindak lanjut.

“Betul, kejadian tersebut terjadi pada Jumat 23 Januari 2026 Sudah kami tindaklanjuti dan kami koordinasikan dengan Kepala SPPG,” kata Asep saat dihubungi.
Asep menambahkan, BGN Kabupaten Lebak telah menyusun laporan khusus terkait kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program MBG ke depan agar kualitas makanan bagi siswa tetap terjaga dan aman dikonsumsi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Viral Siswa SMA 1 Cigemblong Terima Telur Mentah MBG, BGN Buka Suara"

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved