DPRD Balikpapan Kagumi Integrasi Trotoar dan Ruang Publik Pontianak
Pemerintah Kota Pontianak menerima kunjungan kerja DPRD Kota Balikpapan yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri.
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kota Pontianak menerima kunjungan kerja DPRD Kota Balikpapan yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri.
- Kunjungan tersebut membahas sejumlah aspek pengembangan kota, terutama penataan pedestrian, ruang terbuka hijau, serta pengelolaan ruang publik yang dinilai penting dalam menciptakan kota yang nyaman dan ramah masyarakat.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak menerima kunjungan kerja DPRD Kota Balikpapan yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri.
Kunjungan tersebut membahas sejumlah aspek pengembangan kota, terutama penataan pedestrian, ruang terbuka hijau, serta pengelolaan ruang publik yang dinilai penting dalam menciptakan kota yang nyaman dan ramah masyarakat.
Rombongan diterima langsung oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Ruang Pontive Center.
Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus pertukaran pengalaman antar daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan.
"Dalam mengelola kota, tentu masing-masing daerah memiliki tantangan dan kekurangan. Kita saling bertukar informasi dan pengalaman agar pembangunan daerah dapat berjalan lebih baik," ujarnya usai menerima rombongan DPRD Kota Balikpapan, Rabu 10 Juni 206.
Edi menjelaskan, pemerintah daerah saat ini dihadapkan pada sejumlah tantangan, termasuk penurunan dana transfer serta penyesuaian kebijakan nasional yang turut memengaruhi kemampuan fiskal daerah dalam menjalankan program pembangunan.
Ia memaparkan, Kota Pontianak memiliki luas sekitar 118 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mendekati 700 ribu jiwa.
Baca juga: Pertamax Makin Mahal, Warga Pontianak Akui Aktivitas Harian Ikut Terdampak
Untuk tahun anggaran 2026, APBD tercatat sekitar Rp1,9 triliun setelah adanya pengurangan dana transfer sekitar Rp235 miliar, sementara Pendapatan Asli Daerah berada di kisaran Rp867 miliar.
Meski menghadapi keterbatasan fiskal, Pemkot Pontianak tetap melanjutkan pengembangan kota berbasis humanis.
Seperti penambahan ruang terbuka hijau, penataan trotoar yang nyaman, serta pengembangan kawasan tepian Sungai Kapuas sebagai ruang publik.
Menurut Edi, ruang terbuka memiliki peran penting dalam memperkuat interaksi sosial masyarakat yang beragam.
Ia menilai keberadaan ruang publik dapat menjadi sarana memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat perkotaan.
"Salah satu fokus pembangunan kami adalah memperbanyak ruang terbuka hijau. Dalam sejarahnya, Pontianak pernah mengalami konflik horizontal yang lebih banyak dipengaruhi faktor kesukuan. Karena itu kami berupaya menyediakan lebih banyak ruang publik sebagai sarana interaksi masyarakat sehingga tercipta hubungan sosial yang lebih baik," ungkapnya.
Selain itu, Pemkot Pontianak juga mengembangkan aplikasi Sipohon serta regulasi perlindungan pohon sebagai bagian dari program penghijauan kota.
Penataan trotoar dilakukan dengan konsep tematik yang mengutamakan kenyamanan, keamanan, serta konektivitas antarwilayah untuk mendorong budaya berjalan kaki.
| Harapan Bupati Landak Cegah Putus Sekolah : Pendidikan adalah Modal Penting Masa Depan |
|
|---|
| Pertamax Makin Mahal, Warga Pontianak Akui Aktivitas Harian Ikut Terdampak |
|
|---|
| Anggaran Dipangkas, Pemkot Singkawang Minta Pusat Hentikan Kebijakan Pemotongan Dana Daerah |
|
|---|
| Dapur SPPG dan Mitra Sudah Siap, Siswa SMAN 1 Sambas Segera Terima MBG |
|
|---|
| Era Baru Logistik Kalimantan: Pelabuhan Internasional Kijing Sukses Bongkar Muat Peti Kemas Perdana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ntive-CenterRabu-10-Juni-2026.jpg)