Keracunan Massal di Pontianak Utara
Dari Meja Ramah Tamah ke Ruang IGD, Kisah Puluhan Jemaat Stella Maris yang Diduga Keracunan
Para jemaat yang jadi korban pun mulai memadati fasilitas kesehatan sejak Senin 8 Juni 2026 pagi, dengan keluhan serupa.
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 58 jemaat Gereja Stella Maris di Pontianak Utara diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi nasi kotak yang dibagikan dalam acara ramah tamah usai Perayaan Komuni Pertama pada Minggu, 7 Juni 2026.
- Korban mulai berdatangan ke rumah sakit sejak Senin (8/6) dengan keluhan serupa berupa mual, muntah, diare, pusing, nyeri perut, hingga menggigil dan demam tinggi.
- Dari total korban, sebagian dirawat di RSUD Pontianak Utara dan sebagian lainnya di RS Yarsi Pontianak.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sedikitnya 58 Jemaat Gereja Stella Maris, Pontianak Utara mengalami keracunan massal diduga akibat menyantap nasi kotak yang dibagikan saat kegiatan gereja pada Minggu 6 Juni 2026 sore.
Para jemaat yang jadi korban pun mulai memadati fasilitas kesehatan sejak Senin 8 Juni 2026 pagi, dengan keluhan serupa.
• Kronologi Lengkap Puluhan Jemaat Gereja Stella Maris Pontianak Alami Gejala Keracunan Usai Misa
Wali Kota Tinjau Langsung Korban
Mendapat kabar tersebut, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau langsung penanganan warga. Sedikitnya 58 pasien telah mendapat perawatan medis.
Kunjungannya dilakukan untuk memastikan pelayanan terhadap warga berjalan cepat dan optimal. Ia menegaskan keselamatan pasien menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus tersebut.
“Saya sudah berada di Rumah Sakit Pontianak Utara untuk melihat pelayanan terhadap warga kita yang masuk karena keracunan makanan. Sampai hari ini ada kurang lebih 58 pasien yang sudah kita rawat,” ucapnya, Selasa 9 Juni 2026.
Menurut Edi, pemerintah kota bersama pihak terkait masih meneliti penyebab keracunan.
Sampel makanan yang diduga menjadi sumber keracunan telah diperiksa melalui laboratorium untuk mengetahui penyebab pastinya.
“Penyebabnya masih kita teliti dari makanan yang ada di laboratorium. Tapi yang terpenting, saya minta penanganan cepat dan utamakan keselamatan,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat yang mengalami gejala seperti sakit perut, diare, pusing, hingga menggigil setelah mengonsumsi makanan dari kegiatan tersebut agar segera memeriksakan diri ke RSUD Pontianak Utara atau fasilitas kesehatan terdekat.
• Nasi Kotak Berbungkus Mika Diduga Jadi Pemicu Keracunan Puluhan Jemaat Gereja di Pontianak
Biaya Pengobatan Ditanggung Pemkot
Edi memastikan seluruh biaya pengobatan dan pelayanan bagi warga yang terdampak keracunan makanan tersebut digratiskan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak.
Mulai dari pemeriksaan, obat-obatan, hingga pelayanan medis lainnya akan ditanggung.
“Ini kita gratiskan. Jadi obat, pelayanan, semuanya kita gratiskan,” tegasnya.
Berdasarkan informasi yang didapatnya, warga yang mengalami gejala keracunan sebelumnya mengkonsumsi makanan dalam sebuah kegiatan di Pontianak Utara pada
Minggu siang. Sebagian makanan juga dibawa pulang, sehingga terdapat beberapa anggota keluarga yang ikut mengalami gejala serupa. “Jadi ada satu keluarga, ibu dan anak-anaknya juga,” jelasnya.
Wako Edi berharap kondisi para pasien segera membaik dalam satu hingga dua hari ke depan, sehingga dapat kembali pulang ke rumah masing-masing.
| Kronologi Lengkap Puluhan Jemaat Gereja Stella Maris Pontianak Alami Gejala Keracunan Usai Misa |
|
|---|
| Nasi Kotak Berbungkus Mika Diduga Jadi Pemicu Keracunan Puluhan Jemaat Gereja di Pontianak |
|
|---|
| Keracunan Massal, DPRD Minta Evaluasi Makanan di Gereja Stella Maris |
|
|---|
| Wali Kota Pontianak Gratiskan Biaya Pengobatan 58 Korban Dugaan Keracunan Makanan |
|
|---|
| Terungkap! Menu Makanan yang Membuat 58 Jemaat Gereja Stella Maris Pontianak Keracunan Massal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Keracunan-makanan-stella-maris1006.jpg)