Penjualan Sapi Kurban Lesu, Peternak Pontianak Terkendala Ekonomi dan Ongkos Kirim

Peternak sapi, Mathari (46), mengatakan menurunnya daya beli masyarakat menjadi faktor utama lesunya penjualan hewan kurban tahun ini.

Tayang:
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
WAWANCARA PETANI - Peternak sapi, Mathari (46) dan istrinya Umi (34)saat diwawancarai tribunpontianak.co.id di Jl Petani Gang Harapan 2, Senin 25 Mei 2026.Menjelang Hari Raya Iduladha, penjualan sapi kurban di peternakan Mathari mengalami penurunan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

"InsyaAllah Pokoknya sehat semua sapi yang ada ini," tegasnya.

Harga sapi yang dijual di peternakannya bervariasi, mulai dari Rp18 juta hingga Rp120 juta per ekor. Sapi-sapi tersebut didatangkan dari Madura.

"Sapi kami dari Madura. Saya beli di kampung juga ada,"katanya.

Dari total 80 ekor sapi yang tersedia, sekitar 60 ekor telah terjual dan masih tersisa 20 ekor lagi.

Untuk sisa sapi tersebut, Mathari berencana menitipkannya kembali ke kampung halaman sebelum didatangkan lagi pada tahun depan.

"Sapi yang laku sekitar 60 ekor, masih sisa 20 ekor lagi. Langkah ke depannya itu saya titipkan lagi sama orang kampung"  ujarnya.

Sementara itu, Umi (34), yang juga ikut mengelola usaha peternakan dan penjualan daging segar bersama suaminya, berharap pemerintah dapat membantu peternak kecil dalam mendatangkan sapi dari Pulau Madura.

"Kami minta tolong sama pemerintah, dipermudahlah kami yang petani kecil, dipermudahlah untuk sapi datang," Katanya.

Ia menjelaskan, keterbatasan stok sapi membuat usaha penjualan daging segar mereka ikut terdampak. Saat ini mereka hanya mampu memotong satu ekor sapi setiap malam, bahkan dalam satu minggu terkadang hanya empat kali pemotongan karena minimnya stok.

"Stok kami itu sedikit. Untuk daging fresh, kami motong itu hanya bisa satu ekor tiap malam. Itu pun kadang satu minggu kami motongnya hanya empat kali karena stoknya enggak ada," jelas Umi.

Selain itu, tingginya biaya pengiriman dan risiko sapi sakit selama perjalanan menjadi kendala utama bagi para peternak kecil.

"Kita enggak bisa muat banyak karena untuk kirimnya mahal. Kalau mendatangkan banyak takut sapinya sakit," pungkasnya.

Penyebab penjualan sapi menurun lainnya

Penurunan penjualan sapi, terutama menjelang Iduladha, umumnya dipengaruhi beberapa faktor berikut:

  • Daya beli masyarakat menurun

Kondisi ekonomi yang belum stabil membuat masyarakat lebih berhati-hati mengeluarkan uang, termasuk untuk membeli hewan kurban.

  • Harga sapi yang tinggi

Kenaikan harga pakan, biaya perawatan, dan transportasi menyebabkan harga sapi ikut naik sehingga calon pembeli mengurangi anggaran kurban.

  • Persaingan dengan hewan kurban lain
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved