Penjualan Sapi Kurban Lesu, Peternak Pontianak Terkendala Ekonomi dan Ongkos Kirim
Peternak sapi, Mathari (46), mengatakan menurunnya daya beli masyarakat menjadi faktor utama lesunya penjualan hewan kurban tahun ini.
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Dhita Mutiasari
"InsyaAllah Pokoknya sehat semua sapi yang ada ini," tegasnya.
Harga sapi yang dijual di peternakannya bervariasi, mulai dari Rp18 juta hingga Rp120 juta per ekor. Sapi-sapi tersebut didatangkan dari Madura.
"Sapi kami dari Madura. Saya beli di kampung juga ada,"katanya.
Dari total 80 ekor sapi yang tersedia, sekitar 60 ekor telah terjual dan masih tersisa 20 ekor lagi.
Untuk sisa sapi tersebut, Mathari berencana menitipkannya kembali ke kampung halaman sebelum didatangkan lagi pada tahun depan.
"Sapi yang laku sekitar 60 ekor, masih sisa 20 ekor lagi. Langkah ke depannya itu saya titipkan lagi sama orang kampung" ujarnya.
Sementara itu, Umi (34), yang juga ikut mengelola usaha peternakan dan penjualan daging segar bersama suaminya, berharap pemerintah dapat membantu peternak kecil dalam mendatangkan sapi dari Pulau Madura.
"Kami minta tolong sama pemerintah, dipermudahlah kami yang petani kecil, dipermudahlah untuk sapi datang," Katanya.
Ia menjelaskan, keterbatasan stok sapi membuat usaha penjualan daging segar mereka ikut terdampak. Saat ini mereka hanya mampu memotong satu ekor sapi setiap malam, bahkan dalam satu minggu terkadang hanya empat kali pemotongan karena minimnya stok.
"Stok kami itu sedikit. Untuk daging fresh, kami motong itu hanya bisa satu ekor tiap malam. Itu pun kadang satu minggu kami motongnya hanya empat kali karena stoknya enggak ada," jelas Umi.
Selain itu, tingginya biaya pengiriman dan risiko sapi sakit selama perjalanan menjadi kendala utama bagi para peternak kecil.
"Kita enggak bisa muat banyak karena untuk kirimnya mahal. Kalau mendatangkan banyak takut sapinya sakit," pungkasnya.
Penyebab penjualan sapi menurun lainnya
Penurunan penjualan sapi, terutama menjelang Iduladha, umumnya dipengaruhi beberapa faktor berikut:
- Daya beli masyarakat menurun
Kondisi ekonomi yang belum stabil membuat masyarakat lebih berhati-hati mengeluarkan uang, termasuk untuk membeli hewan kurban.
- Harga sapi yang tinggi
Kenaikan harga pakan, biaya perawatan, dan transportasi menyebabkan harga sapi ikut naik sehingga calon pembeli mengurangi anggaran kurban.
- Persaingan dengan hewan kurban lain
IdulAdha2026
SapiKurban
PeternakSapi
Pontianak
HewanKurban
EkonomiMasyarakat
PenjualanSapi
PontianakHariIni
| Cerita Penjualan Sapinya Lesu Tahun Ini, Mathari Sebut Masalah Distribusi hingga Singgung MBG |
|
|---|
| Profil Dr Nelly Mujahidah Aktif di KKSS Siap Jadi Rektor, Target IAIN Pontianak Jadi Universitas |
|
|---|
| Perusahaan Kelapa Sawit di Melawi Komitmen Antisipasi El Nino, Siapkan Sarana dan SDM Cegah Karhutla |
|
|---|
| Warga Pontianak Antusias Borong Sembako Murah di GPM Jelang Iduladha 2026 |
|
|---|
| Kronologi Dugaan Penjualan Gadis 15 Tahun ke China Terbongkar di Mega Mansion, H Kadir Parit Mayor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Penjualan-sapi-2605.jpg)