Lomba Cerdas Cermat

Sosok Josepha Peserta LCC 4 Pilar di Mata Sang Ayah, Pendiam, Tekun Belajar dan Tegas 

Andre Kuncoro, ayah dari Josepha Alexandra atau Ocha, salah satu peserta LCC 4 Pilar, tampak menjemput putrinya sepulang dari Jakarta

Tayang:
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Anggita Putri
PESERTA LCC 4 PILAR - Ayah Josepha Alexandra (Ocha), Andre Kuncoro, bersama putrinya saat tiba di VIP Pemprov Bandara Supadio, Kubu Raya, Kamis 14 Mei 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Setibanya di ruang VIP, Andre langsung memeluk putrinya dengan penuh bangga atas keberanian Ocha saat jalannya LCC 4 Pilar yang belakangan menjadi perhatian publik.
  • Di sela menunggu kedatangan putrinya, Andre menceritakan sosok Ocha yang dikenal pendiam dan tidak banyak bicara dalam kesehariannya. Menurutnya, Ocha lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar dibanding bermain.

TRIBUNPONTIANAK.CO,ID, PONTIANAK - Andre Kuncoro, ayah dari Josepha Alexandra atau Ocha, salah satu peserta LCC 4 Pilar, tampak menjemput putrinya sepulang dari Jakarta di VIP Pemprov Bandara Supadio, Kubu Raya, Kamis 14 Mei 2025. 

Setibanya di ruang VIP, Andre langsung memeluk putrinya dengan penuh bangga atas keberanian Ocha saat jalannya LCC 4 Pilar yang belakangan menjadi perhatian publik.

Di sela menunggu kedatangan putrinya, Andre menceritakan sosok Ocha yang dikenal pendiam dan tidak banyak bicara dalam kesehariannya. Menurutnya, Ocha lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar dibanding bermain.

“Kalau kesehariannya, Ocha itu nggak banyak bicara. Dia lebih senang berada di kamar dengan dunianya sendiri, dengan laptopnya, belajar,” ujarnya.

Andre mengatakan, putrinya kerap belajar hingga larut malam dan sulit berhenti sebelum merasa pekerjaannya selesai. Bahkan ketika sang ibu mengingatkan untuk beristirahat, Ocha tetap melanjutkan belajar hingga tuntas.

“Kadang tidak kenal waktu sampai tengah malam. Ibunya sering mengingatkan, ‘Dek tidur’. Tapi kalau belum selesai, dia belum mau tidur,” katanya.

Sebagai orang tua, Andre mengaku beberapa kali mencoba mengajak Ocha bersantai atau bermain bersama teman-temannya. Namun ajakan itu sering ditolak karena dianggap membuang waktu.

“Kita suruh main dengan temannya juga nggak mau. Katanya buang-buang waktu,” tuturnya.

Baca juga: Sekda Harisson Sambut Kepulangan Tim LCC Smansa Pontianak: Jangan Tanamkan Ketidakadilan pada Pemuda

Selain aktif belajar mandiri, Ocha juga mengikuti bimbingan belajar beberapa kali dalam sepekan. Di luar kegiatan sekolah, ia turut aktif dalam kegiatan sosial bersama anak-anak di kawasan Taman Catur Untan.

Andre menyebut, putrinya kerap membantu membina anak-anak kecil melalui kegiatan mewarnai, melukis, hingga mengajarkan sejumlah mata pelajaran pada hari libur.

“Biasanya di Taman Catur itu, membina adik-adik kecil, mewarnai, melukis, lalu mengajarkan pelajaran juga,” ungkapnya.

Menurut Andre, kebiasaan belajar Ocha yang begitu intens terkadang membuat keluarga khawatir. Meski demikian, ia melihat putrinya memang menikmati dunia belajar sebagai hobinya.

“Ocha hobinya memang di depan laptop belajar. Kadang kami orang tua juga khawatir, ini anak nggak stres. Tapi memang dia suka,” katanya.

Andre mengungkapkan, semasa kecil Ocha sempat bercita-cita menjadi dosen. Namun seiring bertambah usia, putrinya kini memilih menjalani berbagai peluang yang datang sesuai kemampuan yang dimiliki.

“Dulu waktu kecil ingin jadi dosen. Tapi sekarang dia ikut arus saja nanti ke mana. Karena semua bidang itu dia menguasai,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved