Hanta Virus

Kasus Virus Hanta Muncul di Kalbar, Warga Diminta Hindari Paparan Tikus

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalbar Harisson membenarkan adanya temuan satu kasus terkonfimasi Virus Hanta di Kalimantan Barat.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Anggita Putri | Editor: Dhita Mutiasari
Kolase / TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Kompas.com
HANTA VIRUS - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harrison saat diwawancarai diruang kerjanya beberapa waktu lalu. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalbar Harisson membenarkan adanya temuan satu kasus terkonfimasi Virus Hanta di Kalimantan Barat. 

“Penanganan virus hanta berfokus pada deteksi dini, isolasi, terapi suportif, serta pengendalian lingkungan dan tikus sebagai sumber penularan,” ujarnya.

Waspada! Virus Hanta Masuk Kalimantan Barat, Kemenkes RI Konfirmasi Satu Kasus Positif

Ia menerangkan, pasien yang dicurigai terinfeksi hantavirus umumnya mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, mual muntah, sesak napas, gangguan ginjal, hingga memiliki riwayat kontak dengan tikus, urine, feses, atau debu yang tercemar.

Dalam penanganannya, tenaga kesehatan akan melakukan anamnesis riwayat paparan, pemeriksaan tanda vital, pemeriksaan laboratorium, hingga skrining PCR atau serologi apabila tersedia.

Selain itu, meski sebagian besar hantavirus tidak mudah menular antarmanusia, Harisson menegaskan SOP kewaspadaan tetap diterapkan di fasilitas kesehatan.

Pasien dengan gejala berat akan ditempatkan di ruang isolasi, sementara tenaga medis diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker N95, sarung tangan, pelindung mata, hingga gown atau hazmat sesuai tingkat risiko.

“Penerapan kebersihan tangan yang ketat serta disinfeksi ruangan dan alat medis juga menjadi bagian penting dalam penanganan,” katanya.

Di sisi lain, fasilitas kesehatan juga diwajibkan melaporkan setiap kasus suspek maupun terkonfirmasi kepada dinas kesehatan untuk mendukung surveilans dan pelacakan paparan lingkungan.

Pemerintah juga terus mengedukasi masyarakat agar menjaga sanitasi lingkungan, rutin mencuci tangan, menghindari kontak dengan tikus, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala setelah terpapar tikus atau lingkungan yang tercemar.

23 Kasus di Indonesia

Sebelumnya diberitakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) baru saja merilis keterangan resmi terkait perkembangan virus hanta di wilayah Indonesia.  

Melalui postingan yang diunggah di kanal media sosial Kemenkes RI, tercatat sudah ada 23 kasus virus hanta yang terkonfirmasi secara resmi. 

‎Dari 23 kasus yang terkonfirmasi ini, ada satu kasus dari wilayah Kalimantan Barat.

Mengenai perkembangan kasus hanta di Wilayah Kalbar, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, dr Erna Yulianti juga membenarkan atas adanya satu kasus yang terkonfirmasi di Wilayah Kalbar. 

‎"Iya benar (virus hanta terkonfirmasi di Kalbar," ujar dr Erna, Senin 11 Mei 2026.

‎Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kasus virus hanta yang telah terkonfirmasi ini, telah disampaikan oleh Kemenkes RI tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen yang dikirim oleh Dinkes Provinsi, salah satunya Kalimantan Barat

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat terus berkoordonasi dan bekerjasama dengan Balai Karantina Kesehatan Kelas 1 Pontianak untuk upaya mencegah masuknya atau pembawa virus hanta.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved