Hanta Virus

Waspada! Virus Hanta Renggut Nyawa Pasien di Kalbar, dr Harisson Jelaskan Tanda-tanda Virus

Pasien masuk rumah sakit pada 2 Maret 2026 dan dinyatakan meninggal dunia pada 3 Maret 2026.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Anggita Putri | Editor: Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/KOLASE/SID
HANTA VIRUS - Kasus virus hanta muncul di Indonesia, tercatat 23 kasus muncul dan satu diantaranya dari Kalbar 

Ringkasan Berita:
  1. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengonfirmasi satu kasus virus hanta di Kalbar, dan pasien yang terinfeksi meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit pada Maret 2026.
  2. Sekda Kalbar Harisson mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak dengan tikus atau lingkungan tercemar, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala virus hanta.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr Harisson membenarkan adanya satu kasus terkonfirmasi virus hanta di Kalimantan Barat.

Pasien yang terinfeksi virus tersebut dilaporkan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Informasi itu diperoleh berdasarkan laporan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga merilis perkembangan kasus virus hanta di Indonesia melalui kanal media sosial resminya.

Baca juga: Virus Hanta Gegerkan Indonesia, Kemenkes Catat 23 Kasus Termasuk 1 di Kalbar

Dalam laporan tersebut, tercatat sebanyak 23 kasus virus hanta telah terkonfirmasi di Indonesia, dan satu kasus berasal dari Kalimantan Barat.

“Iya, ditemukan satu kasus virus Hanta di Kalbar. Ini berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen yang dikirim oleh Dinkes Provinsi, salah satunya Kalimantan Barat,” ujar Harisson kepada Tribun Pontianak, Senin 11 Mei 2026.

Harisson menjelaskan, pasien sempat dirawat selama satu hari di salah satu rumah sakit di Kalbar.

Pasien masuk rumah sakit pada 2 Maret 2026 dan dinyatakan meninggal dunia pada 3 Maret 2026.

“Pasien datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi umum yang sangat buruk. Sudah terjadi ikterik atau tubuh menguning, mengalami anuri atau tidak ada air kemih, serta demam tinggi yang sudah berlangsung selama empat hari sebelum dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.

Ia menegaskan, penanganan kasus virus hanta di Kalbar telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dari Kementerian Kesehatan dan tata laksana infeksi zoonosis.

Menurut Harisson, penanganan virus hanta berfokus pada deteksi dini, isolasi pasien, terapi suportif, hingga pengendalian lingkungan dan tikus sebagai sumber penularan.

“Penanganan virus hanta berfokus pada deteksi dini, isolasi, terapi suportif, serta pengendalian lingkungan dan tikus sebagai sumber penularan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Warga diminta menghindari makanan atau barang yang berpotensi terkontaminasi liur, urine, maupun kotoran tikus.

Harisson menerangkan, gejala yang umumnya dialami pasien terinfeksi hantavirus meliputi demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, mual, muntah, sesak napas, gangguan ginjal, hingga riwayat kontak dengan tikus atau lingkungan tercemar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved