Lomba Cerdas Cermat

Sekda Kalbar Soroti Polemik LCC 4 Pilar, Minta Dewan Juri Berlaku Adil dan Objektif

Harisson, menyoroti polemik penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI yang viral di media sosial dan dinilai tidak memberikan rasa keadilan

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
BERIKAN TANGGAPAN - Sekda Kalbar Harisson. Ia mengingatkan bahwa LCC tersebut mengangkat tema penting terkait Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sehingga proses penilaian harus dilakukan secara profesional dan bijaksana. 

Harisson juga mengingatkan bahwa LCC tersebut mengangkat tema penting terkait Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sehingga proses penilaian harus dilakukan secara profesional dan bijaksana.

“Apalagi kita sedang berbicara tentang Empat Pilar MPR RI: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Nilai-nilai keadilan dan objektivitas harus benar-benar dijunjung,” katanya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni (IKA) SMAN 1 Pontianak, Windy Prihastari, turut menyoroti insiden tersebut. Ia meminta panitia dan dewan juri lebih teliti serta menghadirkan mekanisme verifikasi dalam perlombaan.

“Setelah menonton ini apa tindak lanjut yang dilakukan dari panitia? Di zaman digital harusnya sudah tersedia pemutaran ulang real time jika terjadi hal-hal seperti ini,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi keberanian peserta SMAN 1 Pontianak yang tetap menyampaikan protes secara terbuka di tengah tekanan perlombaan.

“Saya salut atas keberanian adik-adik Smansa untuk menyampaikan pendapat yang benar di situasi tekanan,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kadisdikbud Kalbar, Syarif Faisal mengatakan tindak lanjut atas kejadian ini, pihaknya telah memanggil Kepala SMAN 1 Pontianak dan tim pendamping LCC 4 Pilar tingkat Kalbar untuk membahas persoalan tersebut.

“Kami sudah memanggil Kepsek SMAN 1 dan tim pendamping. Kita selesaikan sesuai ketentuan lomba dan harusnya bisa menunjukkan sikap kesatria terhadap lomba ini,” ujar. 

Meski demikian, Faisal meminta pihak sekolah mengajukan permohonan resmi kepada penyelenggara lomba untuk melakukan peninjauan kembali hasil perlombaan.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut diselenggarakan langsung oleh MPR RI, bukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved