Lomba Cerdas Cermat
Kronologi LCC 4 Pilar Kalbar Viral, Muncul Protes hingga Sekda Harisson Soroti Keputusan Juri
Dalam lomba tersebut muncul polemik diduga muncul atas keputusan dewan juri
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI viral di media sosial.
Dalam lomba tersebut muncul polemik diduga muncul atas keputusan dewan juri terhadap salah satu peserta.
Bermula dari protes peserta Grup C asal SMAN 1 Pontianak yang merasa dirugikan akibat keputusan dewan juri saat perlombaan berlangsung di salah satu hotel di Pontianak.
Terhadap satu pertanyaan yan g dilemparkan ke seluruh peserta dengan sistem rebutan.
Pertanyaan tentang mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Satu peserta sebelumnya telah menjawab dianggap salah dan dikurangi nilainya.
Sementara dengan pertanyaan yang sama dengan kelompok sebelumnya, dan jawabannya juga sama disampaikan oleh kelompok Grup B dari SMAN 1 Sambas mendapat nilai benar dengan penambahan 10 poin.
Hal ini pun menimbulkan protes dari kelompok lainnya yang membuat lomba LCC ini menjadi viral.
Baca juga: Awal Mula Kontroversi Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kalbar Sampai SMAN 1 Pontianak Layangkan Protes
Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat, Harisson, menyoroti polemik penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI ini
Menanggapi polemik tersebut, Harisson menilai terdapat jawaban peserta yang secara substansi benar, namun tetap dinyatakan salah oleh dewan juri.
Menurutnya, kondisi itu terjadi karena juri terlalu terpaku pada teks jawaban yang ada di perangkat penilaian.
“Juri ini terkesan tidak terlalu memahami materi yang ditanyakan, sehingga harus membaca jawaban yang ada di tab mereka lalu mencocokkannya dengan jawaban peserta,” kata Harisson, Senin 11 Mei 2026.
Harisson menegaskan, apabila seorang juri benar-benar menguasai materi Empat Pilar MPR RI, maka penilaian dapat dilakukan secara objektif tanpa harus terpaku pada susunan redaksi kalimat.
“Kalau kita sudah paham materi yang ditanyakan, tidak perlu lagi terus melihat tab. Cukup dengar jawaban anak-anak ini, kita langsung tahu substansinya benar atau tidak dan bisa langsung memberikan nilai,” tegasnya.
Ia meminta panitia dan dewan juri memperhatikan rasa keadilan bagi peserta, khususnya siswa SMAN 1 Pontianak yang merasa dirugikan dalam perlombaan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Polemik-Lomba-Cerdas-Cermat-Dapat-Sorotan.jpg)