Lomba Cerdas Cermat

Tim SMAN 1 Pontianak Diusulkan Tampil di Grand Final LCC 4 Pilar MPR RI Bersama SMAN 1 Sambas

Ia mengaku telah menyampaikan langsung kepada panitia agar sekolah tersebut dapat dipertimbangkan mengikuti Grand Final di Jakarta

Tayang:
Penulis: Anggita Putri | Editor: Dhita Mutiasari
Kolase/ Youtube MPR RI/ Instagram
LCC 4 PILAR - Tim SMA Negeri 1 Pontianak (atas) dan Tim SMA Negeri 1 Sambas (bawah) . Kontroversi muncul dalam kompetisi Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Kalimantan Barat setelah penilaian dewan juri dianggap tidak objektif oleh pihak SMAN 1 Kota Pontianak. 

Ringkasan Berita:
  • Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal Alqadri, meminta polemik penjurian LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Kalbar disikapi secara dewasa dan menjunjung sportivitas. 
  • Ia juga mengapresiasi perjuangan tim SMAN 1 Pontianak dan mengusulkan sekolah tersebut ikut Grand Final di Jakarta bersama SMAN 1 Sambas
  • Sementara itu, siswi SMAN 1 Pontianak Josepha Alexandra Roxa Potifera alias Ocha bersama timnya mendapat undangan dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Jakarta.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Polemik penjurian dalam pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat terus menjadi perhatian publik.

Di tengah dinamika yang berkembang, Pemerintah Provinsi Kalbar mengajak seluruh pihak tetap menjunjung sportivitas dan menjaga semangat persatuan di kalangan pelajar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Syarif Faisal Alqadri, menegaskan bahwa ajang tersebut sejatinya bukan hanya sekadar kompetisi akademik, melainkan sarana memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan, seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Terkait berbagai dinamika dan polemik yang berkembang, kami berharap semuanya dapat disikapi secara dewasa dan tetap mengedepankan persatuan serta pembinaan generasi muda,” ujarnya.

Faisal juga menyampaikan apresiasi kepada tim SMAN 1 Pontianak atas penampilan dan perjuangan mereka selama kompetisi berlangsung. 

Polemik LCC 4 Pilar Kalbar Berujung Undangan Wapres, 10 Peserta SMAN 1 Pontianak ke Jakarta

Ia mengaku telah menyampaikan langsung kepada panitia agar sekolah tersebut dapat dipertimbangkan mengikuti Grand Final di Jakarta pada 18 Agustus mendatang.

“Saya tadi sudah menyampaikan sebagai bentuk apresiasi kepada tim SMAN 1 Pontianak, agar panitia juga dapat mempertimbangkan dan menetapkan SMAN 1 Pontianak sebagai peserta Grand Final di Jakarta nanti,” katanya.

Dengan demikian, Kalimantan Barat diharapkan dapat memiliki dua wakil dalam ajang nasional tersebut, yakni SMAN 1 Sambas dan SMAN 1 Pontianak.

“Harapan kita tentu agar putra-putri terbaik Kalbar bisa tampil maksimal dan membawa nama baik daerah di tingkat nasional,” tambahnya.

Ia pun mengajak semua pihak menjaga kondusivitas dan menjadikan kompetisi tersebut sebagai momentum mempererat silaturahmi serta semangat kebangsaan di kalangan pelajar Kalimantan Barat.

Viral LCC 4 Pilar MPR RI, Sosok Siswi Pontianak Dapat Apresiasi hingga Beasiswa ke Luar Negeri

Diundang Wapres

Josepha Alexandra Roxa Potifera atau akrab disapa Ocha, siswi SMAN 1 Pontianak yang kini menjadi sorotan publik setelah diduga mengalami ketidakadilan dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat akhirnya diundang Wakil Presiden di Jakarta.

Tak hanya sendiri, ia datang ke Jakarta untuk memenuhi undangan Gibran Rakabuming Raka bersama rekan-rekan satu timnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengapresiasi perhatian Wakil Presiden RI, terhadap polemik yang terjadi dalam pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalbar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal, mengungkapkan bahwa dirinya dihubungi langsung oleh tim Wakil Presiden untuk menyampaikan undangan kepada peserta LCC 4 Pilar dari SMA Negeri 1 Pontianak.

“Awalnya hanya Josepha yang diundang ke Jakarta untuk bertemu Pak Wapres. Namun kemudian saya sampaikan bahwa teman-teman lainnya juga ingin ikut bertemu (Wapres) dan tidak mungkin Josepha berangkat sendiri akhirnya 3 guru berangkat dampingi ,” ujar Syarif Faisal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved