UMP Dukung PJJ, Siapkan LMS dan Atur Porsi Pembelajaran Daring

Universitas Muhammadiyah Pontianak menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah terkait penerapan pembelajaran jarak jauh

Penulis: Peggy Dania | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Peggy Dania
BERIKAN KETERANGAN - Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak, Heriansyah, saat ditemui di ruang kerjanya Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 111 kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat, Rabu 8 April 2026.  

Ringkasan Berita:
  • Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak, Heriansyah, mengatakan kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah responsif pemerintah terutama dalam upaya efisiensi energi.
  • Ia menyebut, sebagai kampus yang mengarah pada konsep smart campus penerapan PJJ bukan hal baru. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Universitas Muhammadiyah Pontianak menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah terkait penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 2 Tahun 2026.

Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak, Heriansyah, mengatakan kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah responsif pemerintah terutama dalam upaya efisiensi energi.

“Kita menyambut baik kebijakan pemerintah terkait pembelajaran jarak jauh maupun work from home atau work from anywhere,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 8 April 2026. 

Ia menyebut, sebagai kampus yang mengarah pada konsep smart campus penerapan PJJ bukan hal baru. 

Pihaknya bahkan telah menyiapkan sistem Learning Management System (LMS) guna mendukung proses pembelajaran daring.

Menurutnya, pembelajaran daring tidak sekadar memindahkan kelas ke ruang digital tetapi juga membutuhkan kesiapan dari sisi konten, metode, hingga sistem penilaian.

“Tentu tidak hanya sekadar memindahkan kelas ke ruang digital, tapi ada hal-hal yang harus disiapkan, seperti konten, metode, dan penilaian,” jelasnya.

Dalam penerapannya, UMP tidak akan memberlakukan PJJ secara penuh. 

Dari total 16 kali pertemuan, pembelajaran daring akan diterapkan secara bertahap dengan porsi awal sekitar 30 persen dan berpotensi meningkat hingga 50 persen.

Selain itu, kebijakan tersebut juga diharapkan dapat memberikan dampak pada efisiensi energi, baik dari sisi penggunaan transportasi, bahan bakar, maupun listrik.

Heriansyah menegaskan bahwa mutu akademik tetap menjadi prioritas utama. 

“Jangan sampai karena efisiensi, mutu akademik justru terabaikan,” tegasnya.

Ia menambahkan, mahasiswa semester 5 ke atas dinilai sudah cukup mandiri untuk mengikuti pembelajaran daring terutama untuk mata kuliah yang bersifat teoritis.

Sementara itu, dari sisi tenaga pengajar, mayoritas dosen disebut menyambut baik kebijakan tersebut termasuk fleksibilitas bekerja dari mana saja.

Baca juga: Universitas PGRI Pontianak Belum Terima Resmi SE PJJ, Soroti Kesiapan Infrastruktur

Namun, tantangan justru lebih banyak berasal dari mahasiswa terutama terkait keterbatasan perangkat dan akses internet.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved