Pascalebaran, Harga Minyak Goreng Tembus Rp25 Ribu per Liter
Kenaikan harga ini turut memengaruhi pola belanja konsumen. Cindy mengatakan pembeli kini cenderung lebih hemat dan memilih ukuran
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Selain harga yang meningkat, Cindy juga menyebutkan bahwa stok minyak goreng sering kali terbatas.
- Ia mengaku harus mengambil barang dari agen, namun ketersediaannya tidak selalu mencukupi.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Harga minyak goreng di Pasar Flamboyan mengalami kenaikan pascalebaran. Kenaikan tersebut dikeluhkan pedagang karena berdampak pada daya beli konsumen serta ketersediaan stok di pasaran.
Salah satu pedagang ruko di Pasar Flamboyan, Cindy (28), mengungkapkan bahwa hampir seluruh merek minyak goreng mengalami kenaikan harga. Saat ini, harga minyak goreng berada di kisaran Rp22.000 hingga Rp25.000 per liter.
"Pas Lebaran naiknya. Untuk saat ini harga minyak goreng ada yang Rp22.000 per liter hingga Rp25.000. Hampir semua merek minyak semuanya naik," ujarnya saat didatangi tribunpontianak.co.id, di Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada, Kota Pontianak, Sabtu 25 April 2026.
Selain harga yang meningkat, Cindy juga menyebutkan bahwa stok minyak goreng sering kali terbatas.
Ia mengaku harus mengambil barang dari agen, namun ketersediaannya tidak selalu mencukupi.
• Harga Minyak Goreng Naik, Warung Nasi Jalang Akui Margin Keuntungan Menipis
"Untuk stok minyak goreng saat ini sering kosong. Kalau saya ambil stok itu dari agen-agen. Pernah sampai kosong juga, merek-merek tertentu. Biasanya dikasih jatah, satu toko dapat beberapa dus saja per mereknya," jelasnya.
Menurutnya, pembatasan tersebut dilakukan oleh pemasok karena keterbatasan barang di tingkat distribusi.
Akibatnya, setiap toko hanya memperoleh pasokan dalam jumlah terbatas.
"Jadi ada pembatasan jumlah pembelian dari supplier, karena mungkin lagi kosong, jadi dibagi-bagi," tambahnya.
Kenaikan harga ini turut memengaruhi pola belanja konsumen.
Cindy mengatakan pembeli kini cenderung lebih hemat dan memilih ukuran yang lebih kecil.
"Dengan kenaikan harga ini, pembelian jadi berpengaruh. Mereka belinya lebih sedikit, lebih hemat. Konsumen sekarang beli ukuran 800 mili, atau bahkan 400 sampai 500 mili. Pokoknya sekali pakai, tidak menyetok banyak," tuturnya.
Meski demikian, ukuran satu liter masih diminati, meskipun sebagian konsumen mulai beralih ke kemasan yang lebih kecil karena pertimbangan harga.
"Untuk ukuran satu liter masih diminati, cuma karena mahal, ada yang beralih ke ukuran kecil," katanya.
Cindy berharap harga minyak goreng dapat segera turun dan pasokan kembali normal agar aktivitas jual beli dapat kembali stabil.
"Harapannya ke depan semoga harganya cepat turun, tidak semakin naik, dan stoknya ada," pungkasnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
harga minyak goreng naik
harga minyak goreng
Pasar Flamboyan
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Sabtu 25 April 2026
Kalbar
Kalimantan Barat
Pontianak
| Satbrimob Polda Kalbar gelar Jumat Berbagi dengan Masyarakat Kurang Mampu |
|
|---|
| Harga Minyak Goreng Naik, Warung Nasi Jalang Akui Margin Keuntungan Menipis |
|
|---|
| Tangkal Perdagangan Ilegal dan Zoonosis, Karantina Kalbar Gelar Workshop Multipihak di PLBN Aruk |
|
|---|
| DPRD Pontianak Percepat Pembangunan Jalan, Fokus Urai Kemacetan di Pontianak Timur |
|
|---|
| Kenaikan Harga Sembako Merata, Ketua DPRD Pontianak Soroti Dampak ke Ibu Rumah Tangga dan UMKM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/HARGA-MINYAK-GORENG-435treftgdgcxv.jpg)