Belanja Bijak Jadi Kunci, Pemkot Pastikan Pasokan Aman dan Harga Terjangkau
Ia menjelaskan, operasi pasar dilakukan secara rutin dengan fokus utama menjaga inflasi dan ketersediaan bahan pokok.
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Ia menjelaskan, operasi pasar dilakukan secara rutin dengan fokus utama menjaga inflasi dan ketersediaan bahan pokok.
- Pemerintah berupaya menekan lonjakan harga agar tetap dalam batas wajar sesuai mekanisme pasar.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak rutin menggelar operasi pasar selama bulan Ramadan guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara berkala melalui Satgas Pangan dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dengan melibatkan berbagai pihak.
"Kita ada, namanya, kita secara rutin melakukan monitor melalui Satgas Panan, kemudian kita juga memiliki tim pengendara Inflasi Daerah yang bekerja secara rutin, tentu saya tidak saja pemerintah kota, tapi bersama perangkat daerah lain dan juga pemerintah provinsi dan pemerintah besar melalui stansi vertikalnya," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co,id di Halaman Kantor Camat Pontianak Tenggara, Senin 2 Maret 2026.
Ia menjelaskan, operasi pasar dilakukan secara rutin dengan fokus utama menjaga inflasi dan ketersediaan bahan pokok.
• Sekda Pontianak Imbau Tenang, Pemkot Monitor Warga yang Tertahan di Jeddah
Pemerintah berupaya menekan lonjakan harga agar tetap dalam batas wajar sesuai mekanisme pasar.
"Jadi kita melakukan operasi rutin, kemudian yang kita jaga adalah inflasi itu sendiri dan ketersediaannya. Jadi kita menjaga harga jangan sampai bergejolak tinggi, yang jelas dinamika harga itu biasa dalam mekanisme pasar," katanya.
Menurutnya, hukum permintaan dan penawaran memang memengaruhi harga di pasaran. Namun, pemerintah tetap hadir untuk mencegah lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat.
"Ada hukum permintaan penawaran, namanya suplai duman, tapi juga peran pemerintah disini adalah jangan sampai harga yang bergila itu memberbani masyarakat. Artinya kita mengarahkan hingga harga itu terjangkau oleh masyarakat," tegasnya.
Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan produsen.
"Tentu saja kita harus memperhatikan produsen dan penjual juga. Mereka juga harus memiliki keuntungan, kan juga itu sewajarnya. Jadi itulah peran pemerintah disitu, menjamin ketersediaan dan menjaga harga tidak bergejolak tinggi sehingga dapat terjangkau oleh masyarakat," tambahnya.
Selain pengawasan harga, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak selama Ramadan, sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penumpukan barang.
"Ada memang imbauan dari pemerintah terkait belanja bijak, bijak itu artinya yang sesuai kebutuhan, kemudian memperhatikan juga dalam artian tidak ada melakukan penumpukan misalnya yang berakibat kepada kurangnya ketersediaan," ucapnya.
Ia mengingatkan, penumpukan barang dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga di pasaran.
"Kalau penumpukan berarti tersedia kurang, harga naik. Jadi belanjalah bijak dan ingat saudara, belanja secukupnya, sesuai kebutuhan, yakinlah barang ini tersedia dan harganya terjangkau," imbaunya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, wawancara dengan pedagang, konsumen hingga pengecekan pergudangan, pemerintah memastikan stok bahan pokok dalam kondisi aman untuk beberapa bulan ke depan.
Pemkot Pontianak
Sekda Pontianak
Sekretaris Daerah
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Senin 2 Maret 2026
Kalbar
Kalimantan Barat
Pontianak
| Wabup Sambas Buka Vaksinasi HPV, Heroaldi Sorot Angka Kasus Kanker Serviks |
|
|---|
| Monitoring MTQ ke-37 Mempawah, Ismail Pastikan Seluruh Cabang Masuk Final dan Berjalan Lancar |
|
|---|
| Syukuran Paroki Tembelina, Alexander Wilyo Ajak Warga Perkuat Kebersamaan dan Dukung Pembangunan |
|
|---|
| Polsek Pengkadan Masuk Sekolah, Ingatkan Pelajar SMP Jauhi Narkoba, Judi, dan Pergaulan Bebas |
|
|---|
| Seluruh Desa di Kecamatan Kembayan Sanggau Berstatus ODF, Harap Jadi Contoh Bagi Kecamatan yang Lain |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Ibrahim234ewsd.jpg)