Breaking News

BPS Sebut Pengangguran di Kalbar Turun, Sektor Pertanian Paling Banyak Menyerap Pekerja

Pada November 2025, sebagian besar penduduk bekerja di Kalimantan Barat masih didominasi oleh tamatan SD ke bawah

Tayang:
Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DOK/BPS KALBAR
PENGANGGURAN MENURUN - Kepala BPS Provinsi Kalbar, Muh. Saichudin menyampaikan BPS Kalbar mencatat pada periode Agustus-November 2025 terjadi penurunan jumlah pengangguran sebanyak 3,89 ribu orang dari 148,25 ribu orang pada Agustus 2025 menjadi 144,37 ribu orang pada November 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Apabila dibandingkan Agustus 2025, jumlah angkatan kerja meningkat sebanyak 40,55 ribu orang, penduduk bekerja bertambah sebanyak 44,44 ribu orang.
  • sebagian besar penduduk bekerja terserap di sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 41,44 persen

 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar mencatat jumlah pengangguran di Kalimantan Barat menurun sepanjang Agustus hingga November 2025. Hal tersebut seiring meningkatnya penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor ekonomi.

Kepala BPS Provinsi Kalbar, Muh. Saichudin, menyampaikan bahwa pada periode tersebut jumlah pengangguran berkurang sebanyak 3,89 ribu orang dari 148,25 ribu orang pada Agustus 2025 menjadi 144,37 ribu orang pada November 2025.

"Secara statistik, pada periode Agustus-November 2025 terjadi penurunan jumlah pengangguran sebanyak 3,89 ribu orang dari 148,25 ribu orang pada Agustus 2025 menjadi 144,37 ribu orang pada November 2025," kata Muh Saichudin dalam keterangan tertulis yang diterima TribunPontianak.co.id,  Kamis (5/2/2026).

Ia menerangkan, dalam periode yang sama, penduduk usia kerja pada November 2025 sebanyak 4,36 juta orang, naik sebanyak 15,82 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.

Sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan  kerja, yaitu 3,12 juta orang, sisanya termasuk bukan angkatan kerja sebanyak 1,24 juta orang.

“Komposisi angkatan kerja pada November 2025 terdiri dari 2,97 juta orang penduduk yang bekerja dan 144,37 ribu orang pengangguran. Apabila dibandingkan Agustus 2025, jumlah angkatan kerja meningkat sebanyak 40,55 ribu orang, penduduk bekerja bertambah sebanyak 44,44 ribu orang. Sementara itu, jumlah pengangguran berkurang sebanyak 3,89 ribu orang,” jelasnya.

BPS Mulai Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026, Pendataan Door to Door Dimulai Mei di Seluruh Kalbar

Muh Saichudin menyebut dari sisi indikator ketenagakerjaan,Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami kenaikan dibanding Agustus 2025. TPAK pada November 2025 sebesar 71,58 persen, naik 0,68 persen poin dibanding Agustus 2025. TPAK adalah persentase banyaknya angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja.

TPAK mengindikasikan besarnya persentase penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi di suatu negara/wilayah. Menurutnya lagi jika dirinci berdasarkan jenis kelamin, pada November 2025, TPAK laki-laki sebesar 86,19 persen, lebih tinggi dibanding TPAK perempuan yang sebesar 56,17 persen.

Dibandingkan Agustus 2025, TPAK laki-laki dan perempuan mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,87 persen poin dan 0,47 persen poin.

Ia menambahkan, sebagian besar penduduk bekerja terserap di sektor  Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 41,44 persen, lalu sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor sebesar 14,22 persen; dan sektor Konstruksi sebesar 7,38 persen. Pola lapangan

Dibandingkan Agustus 2025, tiga lapangan usaha yang mengalami peningkatan terbesar adalah Industri Pengolahan (36,93 ribu orang); Konstruksi (31,29 ribu orang); dan Pengangkutan dan Pergudangan (19,17 ribu orang). Sementara itu, lapangan usaha yang mengalami penurunan terbesar adalah Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (17,78 ribu orang); Pendidikan (14,28 ribu orang); dan Aktivitas Jasa Lainnya (14,25 ribu orang).

Lebih lanjut, pada November 2025, penduduk bekerja paling banyak berstatus buruh/karyawan/pegawai, yaitu sebesar 39,62 persen.

Tak Mau Andalkan BPS, Wabup Ronny Minta Data Rill Warga Miskin dari Desa

“Sementara yang paling sedikit berstatus berusaha dibantu buruh tetap dan dibayar, yaitu sebesar 3,88 persen. Dibandingkan Agustus 2025, status pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terbesar yaitu berusaha dibantu buruh tidak tetap/tidak dibayar sebesar 1,00 persen poin. Sementara itu, status pekerjaan yang mengalami penurunan terbesar adalah berusaha sendiri sebesar 2,76 persen poin,” paparnya.

BPS juga mencatat tingkat pendidikan dapat mengindikasikan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Pada November 2025, sebagian besar penduduk bekerja di Kalimantan Barat masih didominasi oleh tamatan SD ke bawah (tidak/belum pernah sekolah/belum tamat SD/tamat SD), yaitu sebesar 38,17 persen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved