Karhutla di Kalbar

Cuaca Kering Picu Karhutla, Pemadaman Fokus Cegah Api Meluas ke Permukiman

Memasuki awal 2026, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meningkat di Kalimantan Barat. 

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Tri Pandito Wibowo
KARHUTLA DI KALBAR - Tim Manggala Agni sedang melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan, di Jalan Parit H. Husein II, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Selasa, 19 Januari 2026 siang. Lokasi kebakaran nyaris mendakit rumah warga dan jarak sumber air menjadi kendala tim gabungan dalam melakukan upaya pemadaman api Karhutla di lokasi tersebut. 
Ringkasan Berita:
  • Kepala Daerah Operasi (Kadaops) Manggala Agni Kalimantan VIII/Pontianak, Taufik, mengatakan sejak pertengahan Januari sejumlah titik api mulai terpantau dan membutuhkan penanganan cepat di lapangan.
  • Ia menambahkan, potensi pemadaman di lokasi lain masih terbuka seiring dengan munculnya hotspot baru berdasarkan pemantauan satelit.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Memasuki awal 2026, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meningkat di Kalimantan Barat

Kepala Daerah Operasi (Kadaops) Manggala Agni Kalimantan VIII/Pontianak, Taufik, mengatakan sejak pertengahan Januari sejumlah titik api mulai terpantau dan membutuhkan penanganan cepat di lapangan.

“Sejak 17 Januari hingga Selasa 20 Januari 2026, tim melakukan pemadaman di beberapa lokasi di Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak,” kata Taufik.

Ia menambahkan, potensi pemadaman di lokasi lain masih terbuka seiring dengan munculnya hotspot baru berdasarkan pemantauan satelit.

Kondisi lahan yang kering, ditambah vegetasi pakis dan semak belukar, membuat api cepat merambat dan menimbulkan asap putih tebal di sekitar area terbakar. 

Tim di lapangan tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga ground check hotspot di wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kota Pontianak, hingga Mempawah untuk memastikan titik api dan mencegah kebakaran meluas.

Baca juga: Cuaca Panas Masih Melanda, BPBD Mempawah Waspadai Karhutla

Dalam proses pemadaman, petugas menggunakan peralatan seperti jet shooter untuk menjangkau area yang sulit diakses. Upaya lokalisir menjadi prioritas utama agar api tidak merambat ke kawasan permukiman.

Taufik mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca mulai memasuki fase kering. 

"Satgas Karhutla disiagakan 24 jam untuk memantau hotspot melalui satelit serta menindaklanjuti laporan dari masyarakat," pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved