Waspada Karhutla
Cuaca Panas Masih Melanda, BPBD Mempawah Waspadai Karhutla
Dalam beberapa hari terakhir, BPBD Kabupaten Mempawah telah melakukan upaya pemadaman kebakaran lahan di sejumlah kecamatan.
Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Mempawah, Mulyadi, SE, MM, mengatakan berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan hingga saat ini masih sangat kecil.
- Ia menegaskan, membuka lahan dengan cara membakar sangat berisiko memicu kebakaran yang lebih luas, terutama di wilayah yang rawan karhutla.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan di tengah kondisi cuaca panas yang masih melanda wilayah setempat.
Musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Januari 2026.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Mempawah, Mulyadi, SE, MM, mengatakan berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan hingga saat ini masih sangat kecil.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan. Cuaca saat ini cukup panas dan menurut informasi BMKG, musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga 25 Januari dan belum ada hujan," ujar Mulyadi, Rabu 21 Januari 2026.
• BPBD dan Satgas Karhutla Ketapang Matangkan Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla 2026
Ia menegaskan, membuka lahan dengan cara membakar sangat berisiko memicu kebakaran yang lebih luas, terutama di wilayah yang rawan karhutla.
"Api bisa dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan. Karena itu kami minta masyarakat benar-benar berhati-hati dan tidak membuka lahan dengan cara membakar," tegasnya.
Dalam beberapa hari terakhir, BPBD Kabupaten Mempawah telah melakukan upaya pemadaman kebakaran lahan di sejumlah kecamatan.
Dari sembilan kecamatan yang ada, beberapa wilayah dilaporkan mengalami kejadian karhutla.
"Tim BPBD melakukan pemadaman di Kecamatan Mempawah Timur, tepatnya di Desa Palembang, dengan luas lahan terbakar sekitar tiga hektare," jelas Mulyadi.
Selain itu, kebakaran juga terjadi di Kecamatan Sungai Pinyuh.
"Untuk di Kecamatan Sungai Pinyuh, kebakaran terjadi di Desa Parit Kurus dengan luas lahan terbakar sekitar dua hektare," lanjutnya.
Ia menambahkan, pada hari Minggu, BPBD juga melakukan pemadaman kebakaran di Kecamatan Mempawah Hilir, tepatnya di kawasan Benteng, di depan Gedung DPRD Kabupaten Mempawah.
"Hari Minggu kemarin dilakukan pemadaman di Kecamatan Mempawah Hilir, di Benteng depan DPRD. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar satu hektare," katanya.
Meski belum ditemukan kebakaran berskala besar, BPBD tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, khususnya di wilayah yang selama ini dikenal rawan karhutla.
"Sampai sekarang belum ada titik kebakaran yang parah. Namun berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, daerah rawan berada di Desa Pasir Kecamatan Mempawah Hilir, Desa Sejegi dan Antibar Kecamatan Mempawah Timur, serta Kecamatan Segedong dan Jongkat," jelas Mulyadi. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Waspada Karhutla
Tanggap darurat Karhutla
Pos Siaga Karhutla
bpbd sambas update karhutla
Karhutla Kalimantan Barat
Mulyadi
Mempawah
Kalimantan Barat
Kalbar
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Rabu 21 Januari 2026
| BMKG Supadio Ungkap Cuaca Kalbar Sepekan ke Depan Dominan Berawan, Waspadai Potensi Karhutla |
|
|---|
| Hadapi Panas Ekstrem, Pemkot Pontianak Larang Pembakaran Lahan |
|
|---|
| BMKG Kalbar Sebut Kualitas Udara di Kubu Raya Mulai Tidak Sehat |
|
|---|
| Titik Panas Kubu Raya Tertinggi, BMKG Kalbar Sebut Belum Ada Tanda-tanda Turun Hujan |
|
|---|
| Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Karhutla di Wilayah Kubu Raya, Bupati Sujiwo: Kita Tidak Boleh Lengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Mulyadi-234werdfs.jpg)