Karhutla di Kalbar

BPBD Sambas Segera Perpanjang Status Siaga Darurat Karhutla

BPBD Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, segera memperpanjang status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan

Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
KARHUTLA DI SAMBAS - Petugas pemadam karhutla meliputi unsur TNI, BPBD maupun Manggala Agni serta unsur masyarakat berjibaku padamkan lahan di Selakau Timur, Kabupaten Sambas, Kalbar, beberapa waktu lalu. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sambas Nisa Azwarita bilang Sambas segera perpanjang status siaga darurat karhutla, Minggu 12 April 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sambas Nisa Azwarita mengatakan, berdasarkan prediksi BMKG bahwa wilayah pesisir Kalbar termasuk Sambas mengalami penurunan curah hujan.  
  • Nisa Azwarita menjelaskan, karhutla di wilayah Kabupaten Sambas sejauh ini tercatat terjadi di 11 kecamatan meliputi 23 wilayah desa.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, segera memperpanjang status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Minggu 12 April 2026.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sambas Nisa Azwarita mengatakan, berdasarkan prediksi BMKG bahwa wilayah pesisir Kalbar termasuk Sambas mengalami penurunan curah hujan.  

"Iya, akan diperpanjang. Prediksi BMKG untuk dasarian 2, April tanggal  11 sampai dengan 20 April 2026, akan ada hujan di Kalbar kecuali di daerah pesisir yaitu Sambas dan Singkawang yang hujannya akan berkurang. Kalaupun ada intensitasnya dibawah 50 ml," ucap Nisa Azwarita.

Nisa Azwarita menjelaskan, karhutla di wilayah Kabupaten Sambas sejauh ini tercatat terjadi di 11 kecamatan meliputi 23 wilayah desa.

"Dan mengingat karhutla sudah terjadi di 11 kecamatan 23 desa," ucap Nisa Azwarita.

Nisa menambahkan, pihak BPBD Sambas mengambil langkah monitoring daerah rawan karhutla berbasis aplikasi Sipongi. Dia mengatakan akan terus berkoordinasi dengan masyarakat untuk deteksi dini karhutla.

Baca juga: 50 Dapur MBG di Sambas Beroperasi, Baru 35 yang Kantongi SLHS

"Tetap monitor di daerah rawan karhutla baik melalui aplikasi Sipongi dan informasi dari masyarakat peduli api. Kades juga diminta untuk aktif memantau aplikasi sipongi," tegasnya. 

Dia juga menuturkan, BPBD Sambas berkoordinasi dengan petugas pemadam karhutla hingga instansi terkait lainnya untuk mengantisipasi terjadinya karhutla.

"Melibatkan semua dalam hal pemadaman karhutla, baik MPA, desa, kecamatan, tni, polri, Manggala Agni, KPH bahkan perusahaan-perusahaan sawit," imbuhnya.

Dia menerangkan, BPBD tetap menyampaikan informasi update ke pimpinan, provinsi dan BNPB pusat. Terutama pihaknya juga mengharapkan bantuan water bombing dan OMC.

"Kami berharap pesawat heli water bombing atau pesawat modifikasi cuaca bisa segera dikirim," ujarnya.

Dia bilang, petugas BPBD tetap memonitor cuaca dan iklim di Kabupaten Sambas setiap hari dengan berkoordinasi langsung BMKG. Meminta pihak kepolisian dan TNI untuk menindak tegas siapapun yang melakukan pembakaran lahan.

"Melakukan tindakan cepat bilamana ada hambatan dalam pemadaman karhutla perusahaan sawit seperti PT BCP, PT LAIK, PT Fajar Saudara Kesuma, PT SUM, PT Tanjung Rhu, PT RWK, PT KSUP, PT CKP, PT FWL sangat aktif membantu kami saat pemadaman karhutla," jelasnya.

Dia berharap instansi swasta bahkan bersedia menurunkan alat berat untuk memperlebar kanal yang tertutup bila sumber air tidak ada di lokasi karhutla. 

"Dan juga pembuatan sumur bor. Bila karhutla sudah mengancam kehidupan masyarakat, maka kami akan melakukan rapat mengusulkan untuk menaikkan status ke tanggap darurat," ungkapnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved