BPBD Pontianak Siapkan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Banjir Rob Hingga 2 Meter

R.M. Nasir, mengatakan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi lintas sektor untuk menyikapi informasi dari BMKG

Tayang:
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
BANJIR ROB - Kepala Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Pontianak, R.M. Nasir, mengatakan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi lintas sektor untuk menyikapi informasi dari BMKG terkait potensi banjir rob dengan ketinggian air mencapai dua meter pada awal Januari 2026. 

Ringkasan Berita:
  • BPBD Kota Pontianak telah mengundang sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti PMI, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, hingga pihak kecamatan guna mempersiapkan langkah mitigasi. 
  • Ia menjelaskan, potensi ketinggian air hingga dua meter merupakan kondisi yang belum pernah terjadi selama dirinya bertugas di BPBD Kota Pontianak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Kepala Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Pontianak, R.M. Nasir, mengatakan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi lintas sektor untuk menyikapi informasi dari BMKG terkait potensi banjir rob dengan ketinggian air mencapai dua meter pada awal Januari 2026.

BPBD Kota Pontianak telah mengundang sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti PMI, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, hingga pihak kecamatan guna mempersiapkan langkah mitigasi. 

"BPBD sudah mengundang OPD-OPD terkait seperti PMI, Dinas Kesehatan, PU, juga Kecamatan. Kita rapat koordinasi dalam persiapan untuk menyikapi informasi dari BMKG ini sekitar tanggal 4 sampai tanggal 7 itu puncak ketinggian air," ujar Nasir saat diwawancara tribunpontianak.co.id, Sabtu 3 Januari 2026.

Ia menjelaskan, potensi ketinggian air hingga dua meter merupakan kondisi yang belum pernah terjadi selama dirinya bertugas di BPBD Kota Pontianak

"Ketinggian air itu dua meter. Nah ini mungkin selama saya bertugas di BPBD ini memang belum pernah terjadi sampai dua meter. Sebelum-sebelumnya itu 1,8 meter," katanya.

Menurut Nasir, pengalaman banjir rob pada 20 Desember lalu menjadi pelajaran penting, meski saat itu ketinggian air hanya mencapai 1,8 meter. 

"Padahal pada saat itu hanya 1,8 meter, tetapi disertai dengan hujan dan angin sehingga banyak kawasan di lingkungan pesisir Sungai Kapuas tergenang cukup tinggi dan cukup lama," jelasnya.

BPBD berharap pada puncak pasang air laut tanggal 4 hingga 7 Januari nanti tidak disertai hujan lebat dan angin kencang. 

"Kita berharap nanti tanggal 4 sampai tanggal 7 ini walaupun tinggi air itu sampai dua meter tidak disertai dengan hujan lebat dan angin. Tapi memang dari BMKG informasinya di Kota Pontianak akan ada hujan ringan dan sedang saja," ungkapnya. 

Baca juga: BMKG Prediksi Rob Dua Meter, Wali Kota Pontianak Arahkan Tim Pantau Lapangan

Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat Pontianak berada di wilayah muara sungai yang kerap terdampak kiriman air dari daerah sekitar. 

"Kota Pontianak ini berada di muara, biasanya itu imbas dari hujan lebat di kawasan sekitarnya, walaupun misalnya di daerah Kubu Raya," kata Nasir.

Dalam upaya antisipasi, BPBD juga akan berkoordinasi dengan kecamatan terkait kemungkinan penyiapan lokasi pengungsian. 

"Nanti kita akan koordinasi dengan Kecamatan terutama berkaitan dengan mengantisipasi lokasi pengungsiannya apabila memang diperlukan pengungsian," ucapnya.

Selain itu, OPD terkait akan disiagakan untuk membantu kecamatan dari sisi personel maupun peralatan. Hal ini sejalan dengan arahan Wali Kota Pontianak agar camat dan lurah aktif memantau potensi banjir rob

"Fokusnya memang di kecamatan, nanti dibantu oleh OPD-OPD yang lain termasuk dari BPBD, dari personil dan peralatannya. Kondisi seperti ini memang diperlukan peringatan dini," tegas Nasir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved